MPC MP3I Kabupaten Kudus Resmi Dilantik

0
1287
Pengurus MP3I foto bersama masyayikh usai pelantikan

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Majelis Pengurus Cabang (MPC) Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) Kabupaten Kudus masa khidmat 2023 – 2028 M, resmi dilantik. Pelantikan dilangsungkan pada Senin (7/8/2023) pagi tadi di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Bendan.

Sejumlah masyayikh dan tokoh publik hadir dalam pelantikan tersebut. Di antaranya KH M Ulil Albab Arwani, Dr KH As’ad Said Ali, KH A Badawi Basyir, KH Hasan Fauzi Ms, KH M Zaim Ahmad Ma’shoem, KH Sholahuddin Shodaqah, KH Ma’ruf Lc, KH Arifin Noor, KH M Mujib Muhammad, serta ketua MP3I Kudus KH Hafid Asnawi.

Nampak hadir pula dalam acara yang dihadiri para pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dan majelis taklim itu, H Syafi’I (Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kudus) mewakili Bupati Kudus H Hartopo dan Iptu Subkhan (Kapolsek Kudus Kota).

Kepengurusan MPC MP3I Kabupaten Kudus itu dilantik oleh pengurus MP3I Pusat, KH M Zaim Ahmad Ma’shoem, berdasarkan Surat Keputusan Nomor: MPP.11.11/005/A.1/SK/VI/2023 tentang pengesahan MPC MP3I Kabupaten Kudus Masa Khidmat 2023 – 2028.

SK tersebut diterbitkan pada 8 Dzulhijjah 1444 H/ 27 Juli 2023 M yang ditandatangani oleh Habib Umar Muthahar (ketua majelis pembina), KH A Badawi Basyir (sekretaris majelis), KH M Zaim A Ma’shoem (ketua umum) dan Dr KH Shofiyullah Muzammil (sekretaris jendral).

Usai pelantikan, di depan masyayikh, para pengasuh pondok dan majelis taklim, Dr KH As’ad Said Ali menyampaikan beragam perspektif soal keagamaan dan kebangsaan, salah satunya soal demokrasi.

Para pengasuh pesantren dan majelis taklim menghadiri pelantikan MPC MP3I Kabupaten Kudus yang dirangkai dengan halaqah kebangsaan

Dikatakannya, menyitir pernyataan yang pernah disampaikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahwa demokrasi bukanlah “budaya” bangsa Indonesia, tetapi itu baik. “Demokrasi akan berjalan dengan baik, jika dijalankan dengan nilai-nilai budaya kita,” terangnya.

Sedang KH A Badawi Basyir, menyampaikan pentingnya musyawarah. “Musyawarah itu senjatanya umat Nabi Muhammad. Musyawarah itu tidak hanya mencari yang benar, tetapi mencari maslahah,” tuturnya. (ros, adb)

Comments