MA Walisongo Pecangaan Jepara Peringati Isra Mikraj

0
158
Penyampaian tausiyah dalam Isra Mikraj di MA Walisongo

JEPARA, Suaranahdliyin.com – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara, menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj beberangan dengan agenda Arwahan Massal, dan Tarhib Ramadhan 1445 H yang berlangsung di musala madrasah, Sabtu (17/2/2023) lalu.

Peringatan Isra Mikraj itu dikemas dengan khatmil quran bil ghaib, dan bin nadzar serta mauidlah hasanah disampaikan oleh K. Ahmad Habib.

Khatmil qur’an dibagi dalam dua kelompok. Yakni khatmil qur’an bil ghaib oleh 15 peserta

didik program tahfid dengan membaca 2 juz didampingi 1 penyimak. Selebihnya dibaca bin nadzor untuk siswa-siswi yang lain.

Kiai Ainun Najib, kepala MA Walisongo Pecangaan, menyampaikan, kegiatan ini digelar sebagai sarana bagi peserta didik tahfidhul qur’an untuk mengaplikasikan hafalannya.

“Kegiatan seperti ini untuk meneguhkan iman dan takwa sivitas madrasah. Sedang kaitannya dengan pesan Isra’ Mikraj, diharapkan peserta didik semakin menghayati perintah saalat sebagai kebutuhan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Demikian halnya dengan perintah puasa Ramadan,” katanya.

Sementara ruwahan massal, digelar dengan tujuan supaua peserta didik semakin memahami dan menghargai perjuangan leluhur. “Juga supaya mengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara,” ujarnya.

Kiai Ahmad Habib, dalam tausiyahnya, mengutarakan, bahwa orang yang dengan sengaja meninggalkan salat, diancam berupa 15 siksaan. “Enam siksaan ada di dunia. Yaitu dicabut keberkahan umurnya, dihilangkan tanda-tanda kesalehan di wajahnya, segala amal baiknya tidak akan mendapatkan pahala, doanya tidak akan dikabulkan, tidak mendapatkan bagian doa dari doanya orang-orang shalih, serta akan dibenci oleh kebanyakan orang,” tuturnya.

Selain itu, tiga siksaan ketika meninggal. Yaitu meninggal dalam kondisi terhina, meninggal dalam kondisi lapar, dan meninggal dalam kondisi haus. “Apabila diminumkan satu lautan pun, tidak mungkin akan dapat menghilangkan dahaganya,” lanjut Kiai Ahmad Habib menambahkan.

Kepala Madin Wustha dan Ulya Mansyaul Falah Walisongo itu juga menyampaikan, tiga siksaan lain akan diterima di alam kubur. Yaitu kuburannya menyempit sehingga tulang-tulang rusuk saling bersimpangan, ruang kubur dipenuhi api sehingga sehari-hari hidup bergelimangan di atas bara, dan di alam kuburnya akan ditemani ular besar utusan Allah untuk menyiksa yang diberi nama Asy-Syuja’ Al Aqra’.

“Dan tiga siksaan lagi diberikan ketika dibangkitkan dari alam kubur, yaitu menuju padang makhsyar dengan hisab yang berat, dibenci Allah, serta akan dimasukkan ke dalam neraka,” paparnya. (sm/ adb, ros)

Comments