Kliwonan, Habib Luthfi Jelaskan Hubungan Syariat dan Hakikat

0
349
Habib Luthfi menyampaikan tausiyah di majelis Kliwonan

PEKALONGAN, Suaranahdliyin.com – Rais Aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menjelaskan hubungan antara syariat dan hakikat. Hal itu disampaikannya dalam rutinan Majelis Ta’lim, Dzikir dan Shalawat Jum’at Kliwon di Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jumat (27/8/21).

Habib Luthfi memberi contoh sederhana hubungan antara syariat dan hakikat. Yaitu ketika ada wabah atau penyakit seseorang harus tetap melakukan ikhtiar dan tidak boleh hanya pasrah.

“Entah yang dengan cara taat aturan atau pergi ke dokter itu namanya syariat. Kemudian pasrah kepada Allah Ta’ala itu hakikat,” jelas Habib Luthfi.

Menurutnya, syariat tanpa hakikat akan pincang, begitu juga sebaliknya. Keduanya harus dijalankan secara beriringan agar hidup seimbang. “Contoh lagi, saya sering jelaskan wudlu. Runtutan wudlu itu lah syariat, hakikatnya setelah wudlu kita bisa tidak merasakan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Habib Luthfi.

Misalnya, imbuh Habib Luthfi, setelah wudlu kita bisa mencegah diri dari maksiat, merasa selalu dijaga dan dilihat oleh Allah Ta’ala. “Nah itulah hakikatnya wudlu, yang masih jarang dilakukan orang,” sebutnya. (rid/ gie, adb)

Comments