Kiai Khumaidi: Dalami al Quran Demi Solusi Hidup

0
866
Kiai Khumaidi menyampaikan tausiyah

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Katib Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonosegoro Boyolali Kiai Khumaidi mengatakan betapa pentingnya mendalami Al Qur’an dalam kehidupan. Sehingga harus dipelajari dari cara membaca, mengamalkan, sampai mendakwahkan.

“Kita bisa mengambil banyak hikmah dari Al Qur’an. Al Qur’an adalah kitab yang abadi dan yang menjaga Allah sendiri,” kata Kiai Khumaidi dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an serta koordinasi melanjutkan pembangunan NU Center dan buka bersama di NU Center Wonosegoro, Ahad (9/4/2023).

Kiai Khumaidi menjelaskan, dari Al Qur’an kita bisa memperoleh banyak obat ketika mengalami gonjang-ganjing dalam hidup. “Saat kita mengalami masalah, dalam Al Qur’an ada obatnya. Dengan kita merenung atau bertadabur sehingga muncul jalan keluar dan ‘rahmat’ dari Al Qur’an,” katanya.

Ditambahkan, dengan sarana Al Qur’an dapat menjadi suatu “istikharah”, di sisi lain untuk memperoleh petunjuk. “Al Qur’an sebagai petunjuk dan membedakan halal dan haram. Membedakan hukum sesuatu sehingga jelas,” tutur Kiai Khumaidi yang juga pengasuh pesantren Darussalaam Desa Bandung.

Kiai Khumaidi juga mengingatkan kesakralan Al Qur’an, yakni kalam yang indah diucapkan dan didengar, lebih-lebih kandungannya yang sempurna. “Yang membaca dan mendengarnya tak pernah bosan. Setiap ada kematian orang membaca Al Qur’an atau surat Yasin. Mujahadah juga membaca Al Qur’an, tapi tidak bosan,” ujarnya.

Dia menegaskan, begitu bermaknanya membaca Al Qur’an untuk mewarnai kehidupan. “Sehingga betul, Al Qur’an menjadi wahana dalam menjalani kehidupan yang lebih berkah bermanfaat,” tegasnya.

Sementara gedung NU Center Wonosegoro yang masih tahap pemasangan dinding dan belum beratap, menurut Kiai Khumaidi, mestinya juga digunakan mengaji atau khataman Al Qur’an yang dikoordinasi Jamiyyatul Qurra wal Huffadh (JQH) NU. “Bagi kita bagaimana berdoa, berdakwah, dan berikhtiar dalam membangun gedung ini untuk kegiatan bersama,” jelasnya.

Ketua MWCNU Wonosegoro Kiai Yahya menyampaikan terima kasih kepada warga yang memberikan donasi dan mengajak untuk istiqamah berkhidmat dan merawat NU. “Saya ucapkan terima kasih kepada warga dan donatur lain yang telah memberikan materi dan pikiran sehingga kegiatan NU lancar, termasuk proses pembangunan NU Center,” ungkapnya.

Foto bersama di NU Center Boyolali yang belum selesai dibangun

Rais NU Wonosegoro KH Shodiq Dimyati mengajak tetap jalin kesatuan untuk menjalankan program MWCNU seperti pembangunan NU Center. “Warga NU Wonosegoro punya pekerjaan rumah banyak. Kesemuanya harus didasari persatuan dan kerja sama,” katanya. (siswanto)

Comments