KH. Amin Yasin : Ngaji Dialogis Penting untuk Gali Hal Baru dalam Islam

0
867
Ngaji Dialogis Seputar Kurban dan Akikah di Masjid Jami’ Al-Ma’mur, Rabu (31/07/19)

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Katib PCNU Kudus, KH. Amin Yasin menilai penting bagi setiap daerah untuk mengadakan ngaji dialogis. Ia menjelaskan adanya ngaji dialogis bisa memunculkan hal baru dalam Islam, baik itu dalam hal fikih ataupun bidang keilmuan lain yang sedang dikaji secara bersama.

“Kegiatan seperti ngaji dialogis perlu digalakkan, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun narasumber itu sendiri,” ujarnya kepada Suaranahdliyin.com di ruang transit usai mengisi Ngaji Dialogis seputar Kurban dan Akikah di Masjid Jami’ Al-Ma’mur, Desa Jepang, Mejobo, Rabu (31/07/19) malam.

Kiai Amin menambahkan, manfaatnya bagi masyarakat tentu saja mendapatkan solusi atas persoalan hukum fikih atau hal lain dalam Islam. Selain itu, ngaji dialogis juga bisa menjadi ruang “curhat” bagi masyarakat.

Dengan model dialogis tentu akan muncul pertanyaan-pertanyaan baru dari jamaah yang bisa jadi berdasarkan pengalaman pribadinya dalam beragama. Sehingga ada interaksi dan rasa saling asah, asih dan asuh antara ulama dan umat.

“Maka, yang tak kalah penting yaitu manfaat ngaji dialogis bagi narasumber/pemateri. Karena dengan berbagai pertanyaan dari jamaah, ia akan terdorong untuk terus belajar dan memahami dinamika umat,” jelasnya.

Ngaji dialogis yang diadakan oleh PR Ansor Jepang ini dihadiri oleh pengurus NU beserta Badan Otonom (Banom) dan para panitia kurban perwakilan dari musala dan masjid se-Desa Jepang. Selain KH. Amin Yasin, Ansor Jepang juga menghadirkan Direktur Aswaja Center Kudus, K. Moh. Islahul Umam sebagai pemateri.

Ketua PR GP Ansor Jepang, Moh. Ridwan, menyampaikan forum ngaji dialogis ini dibuat untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan yang sering ditemui pada saat hari raya Kurban. Sedangkan tujuan menghadirkan kedua narasumber tersebut tentu agar berbagai persoalan itu bisa diselesaikan sesuai dengan Islam Aswaja an-Nahdliyah.

“Diskusi tersebut membahas bab-bab yang sering ditemukan ketika hari raya kurban, agar jamaah, utamanya para panitia kurban bisa memahami syariat yang benar soal Kurban dan Akikah,” ungkapnya. (Udin, gie/rid)

Comments