Pengajian akbar HSN dan Lailatul. ijtima MWCNU Karanggede Boyolali

BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali K.H. Iqbal Mulyanto mengajak menjaga kebersamaan dan keikhlasan dalam berkhidmat untuk agama dan bangsa.

KH. Iqbal menekankan hal itu dalam kegiatan Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) sekaligus Lailatul Ijtima yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Masjid Sundo Wangunsari, Dukuh Trayon, Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede.Senin, (2/11/ 2026).

Ia mengatakan Lailatul Ijtima merupakan malam pertemuan para ulama dan umara yang penuh kebersamaan dan keberkahan.

“Semoga pertemuan ini memperkuat tali silaturahmi antar warga Nahdliyin di wilayah Karanggede, dan semoga semangat santri senantiasa menyala untuk memajukan peradilan yang diridhai Allah SWT,”ungkapnya.

Terkait peringatan Hari Santri Nasional, K.H. Iqbal Mulyanto menyampaikan tiga pesan penting. Dikatakan, santri adalah pewaris dan penerus perjuangan para ulama, yang senantiasa menjaga keutuhan agama sekaligus mencintai tanah air.

“Santri tidak terpisah dari bangsa, dan bangsa pun tegak berkat keteguhan hati para santri.”tandasnya.

Ia menambahkan santri harus memiliki semangat belajar sepanjang masa, keteguhan dalam kebenaran, serta keikhlasan dalam mengabdi tanpa mengharap pujian atau kedudukan. Hal demikian ini bentuk karakter yang harus selalu dijaga.

“Santri diharapkan menjadi pelita di tengah masyarakat — membawa kedamaian, menebar kebaikan, dan menjadi perekat persatuan, sebagaimana semangat Sumpah Pemuda dan ikrar kebangsaan yang dijaga oleh kaum santri sejak dahulu.”tegasnya.

Beliau juga menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ dan Hari Santri Nasional adalah dua momentum yang saling menguatkan. “Ini malam berkumpulnya umat, dan hari kebangkitan semangat para santri untuk Indonesia yang lebih berkah.” imbuhnya.

Rais MWCNU Karanggede, K.H. Muhdi Zamru menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momen mempererat ukhuwah, menyatukan tekad, dan memperkuat komitmen bersama untuk terus mengabdi kepada agama dan masyarakat.

“Semoga pertemuan malam ini membawa keberkahan, memperkokoh persaudaraan antar sesama warga Nahdliyin, dan menjadikan kita semua pribadi yang semakin bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar K.H. Muhdi Zamru.

Pengajian akbar ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Karanggede, unsur Forkopimcam, seluruh badan otonom NU, para tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah dari masyarakat sekitar. (bani/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here