Arif Khilwa dan Dodok bersama peserta wokrshop kesusastraan dan keaktoran UKM Teater Suryo Pati

PATI, Suaranahdliyin.com – Proses menulis karya sastra, khususnya puisi, dapat dimulai dari mengamati hal-hal sederhana di lingkungan sekitar. Kepekaan mengamati merupakan modal penting untuk mengembangkan gagasan menjadi karya sastra.

Demikian yang disampaikan penyair asal Pati Arif Khilwa saat menjadi pemateri workshop kesusastraan dan kkeaktora yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryo Pati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) di Aula 2 Kampus setempat, Jumat (23/10/2026).

Menyampaikan materi Kesusastraan, Arif Khilwa mencontohkan benda-benda sederhana seperti pohon, daun, dan buku yang dapat menjadi sumber inspirasi. Ketiga hal tersebut dapat dikembangkan menjadi rangkaian diksi yang menarik apabila penulis mampu mengolahnya melalui imajinasi dan kreativitas.

“Dalam mencari ide, mulailah dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Dari situ, kita bisa mengembangkan gagasan menjadi puisi. Oleh karena itu, mulailah menulis, karena menulis adalah proses menuju keabadian,”terang Arif.

Sementara itu, pemateri keaktoran Widodo Wahyudi (Dodok) menyampaikan empat aspek utama yang perlu diperhatikan mahasiswa dalam mendalami seni peran, yaitu konsentrasi, fokus, ekspresi, dan penguasaan panggung.

Menurut Dodok, konsentrasi diperlukan agar aktor dapat menjalankan perannya dengan baik. Fokus membantu aktor merespons situasi dan lawan main di atas panggung, sedangkan ekspresi disesuaikan dengan karakter tokoh yang diperankan.

“Selain itu, penguasaan panggung penting untuk membangun kepercayaan diri dan mengurangi rasa gugup, “ujarnya. .

ia menegaskan empat hal tersebut menjadi poin utama dalam mendalami keaktoran. “Jika konsentrasi, fokus, ekspresi, dan penguasaan panggung dapat diterapkan dengan baik, pementasan akan berjalan lebih lancar dan maksimal,” jelasnya.

Dosen pembimbing UKM Teater Suryo Pati, Siswanto, mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk mengenal dunia teater sekaligus mengasah potensi mereka. Ia mengharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar mahasiswa memperoleh pemahaman teoretis sekaligus keterampilan praktis.

“Workshop ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang dunia teater. Selain itu, mahasiswa yang memiliki bakat di bidang kesusastraan maupun seni peran dapat terus mengembangkan dan mengasah kemampuannya,” imbuh Siswanto.

Melalui workshop yang berlangsung lancar ini, UKM Teater Suryo Pati IPMAFA diharapkan semakin mampu menjadi wadah pengembangan kreativitas, ekspresi seni, dan potensi mahasiswa, khususnya dalam bidang kesusastraan dan seni pertunjukan. (Ang/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here