Pembukaan LKD Fatayat NU kecamatan Bae

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama MWCNU) Kecamatan Bae, KH. M. Tho’at Muhtar memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas perempuan. Ia mengharapkan Fatayat NU terus menjadi wadah yang mendorong produktivitas dan kreativitas perempuan.

Hal itu disampaikan KH M. Tho’at dalam pembukaan Latihan Kader Dasar (LKD) 2026 di SMA Sains Al-Qur’an Duta Aswaja Kudus, Ahad (1/11/2026. LKD diikuti 25 peserta dari kader Pimpinan Ranting Fatayat NU seluruh kecamatan Bae.

Menurut KH. Tho’at, adanya organisasi Fatayat, perempuan akan lebih produktif di usia sekarang. Setelah LKD ini, Fatayat melahirkan perempuan-perempuan yang produktif dan kreatif.

“Semoga Fatayat semakin jaya dan berkembang,”harapnya.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kudus, Hj. Farida, mengapresiasi semangat pengkaderan yang dilaksanakan PAC Fatayat NU Bae. Ia menyampaikan, pengkaderan Fatayat tahun ini diselenggarakan di sembilan kecamatan, dengan PAC Bae menjadi pelaksana LKD ke-7.

“Kegiatan LKD mampu melahirkan kader-kader yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman.

Ia mengatakan tujuh materi yang diberikan tidak sekadar menjadi bekal pengetahuan selama pengkaderan, tetapi juga harus diimplementasikan dan dibagikan kepada kader Fatayat lainnya. Hj. Farida juga mengapresiasi kerja keras panitia, pengurus PAC, serta Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU se-Kecamatan Bae dalam mempersiapkan kegiatan.

“Kami berpesan agar peserta mengikuti seluruh proses pengkaderan dengan gembira dan meniatkannya sebagai bagian dari ibadah serta perjuangan organisasi.” ujarnya.

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Bae, Rohmatun Nafi’ah menjelaskan LKD tahun ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni 1 dan 8 November 2026, dengan tujuh materi inti. Meliputi Ke-NU-an dan Aswaja, Kefatayatan, Kepemimpinan dan Keorganisasian, Komunikasi, Kesetaraan Gender, Digitalisasi Organisasi, serta Kewirausahaan.

“Materi tersebut dirancang untuk memperkaya wawasan keorganisasian sekaligus meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader dalam menghadapi tantangan zaman.”ujarnya.

Nafi’ah mengatakan LKD menjadi salah satu upaya membentuk kader perempuan yang memiliki ketangguhan dan kemandirian dalam menjalankan peran di berbagai bidang.

“Harapan kami, PAC Fatayat harus mampu menjadi perempuan yang tangguh di mana pun berada, menjadi perempuan yang berdaya dan berdampak bagi orang lain,” ujar Dosen Stikes Cendekia Utama Kudus ini.

Pembukaan LKD 2026 dihadiri sejumlah unsur badan otonom (Banom) NU Kecamatan Bae, di antaranya PAC Muslimat NU, PAC IPNU-IPPNU, PAC GP Ansor, serta Dewan Pembina PAC Fatayat NU Bae.(yuliana,noor handayani/adb)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here