
KUDUS,Suaranahdliyin.com – Saat kunjungan ke Kudus, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Savic Ali mampir sejenak di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) kecamatan Bae, Selasa (14/4/2026) lalu. Ia disambut katib MWCNU Bae K. Sya’roni Suyanto, sekretaris MWCNU Bae Kiai Muhammad Raji’un dan pengurus lainnya.
Dalam jagongan ringan, Savic Ali menyoroti persyaratan menjadi pengurus (ketua) NU di semua tingkatan.ia mengatakan tidak sepakat Pendidikan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (PMKNU) dijadikan syarat sebagai ketua NU.
“Banyak kader yang sudah bertahun-tahun menjadi pengurus dan sudah melalui pengkaderan berjenjang tidak bisa menjadi pengurus (ketua) gara-gara belum mengikuti PMKNU”ungkapnya seperti dituturkan Sekretaris MWCNU Bae K. Muhammad Raji’un.
Savic Ali mengatakan sistem organisasi yang baik semestinya melalui pengkaderan berjenjang (mulai IPNU, Ansor) dan sudah pernah menjadi pengurus NU dan memiliki kompetensi.
“Tidak asal mengikuti PMKNU..lantas langsung bisa jadi pengurus,”ujarnya.
Kalau mensyaratkan PMKNU, lanjut Savic, biasanya bisa muncul politisasi. Dikatakan, ada pengurus yang tiba-tiba ingin menjadi (ketua) lantas mengikuti PMKNU.
“Bahkan sampai mengikuti di luar wilayahnya seperti kader Jatim mengikuti di Jateng,”imbuhnya
Saat dilapori program pelayanan kesehatan dan sosial MWCNU Bae terutama klinik Medica NU, Savic mengatakan mendukung dan membantu. “insya Allah akan kami teruskan ke Lembaga Kesehatan PBNU, barangkali ada bantuan alat yang bisa diakses,”ujarnya seraya mengapresiasi gedung MWCNU Bae yang megah.
Sebelum mampir kantor MWCNU Bae, Savic Ali mengunjungi Omah Dongeng Marwah Kudus. Di tempat itu, ia memberikan motivasi kepada anak-anak yang belajar di Omah Dongeng Marwah.(adb/ros)









































