Medsos, Media Paling Mudah untuk Berdakwah

0
514
Seminar media bersama Savic Ali di Unisnu Jepara, baru-baru ini.

JEPARA, Suaranahdliyin.com – Media Sosial (Medsos) merupakan salah satu media yang paling mudah dan efektif di era milenial kini, bagi pemula, untuk melakukan dakwah (mengajak kebaikan).

Demikian disampaikan Direktur NU Online, Savic Ali, dalam seminar nasional bertajuk “Dakwah Melalui Media Alternatif” di Ruang Seminar Pascasarjana Unisnu Jepara, Rabu (7/8/2019) pagi.

Dalam seminar yang diikuti pelajar dan mahasiswa itu, Savic mengemukakan, generasi milenial (harus) bisa memanfaatkan Instagram (IG), misalnya, dengan membuat quote-quote inspiratif dan baik. “Quote adalah kalimat indah dan inspiratif untuk memengaruhi orang lain,” jelasnya.

Tokoh muda NU asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini menambahkan, quote-quote itu bisa bersumber dari alquran, hadis, petuah ulama, buku maupun dari sumber lain. ‘’Tulis kutipan-kutipan dengan benar. Tetapi yang harus dipahami juga, sarana dan cara itu penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah tujuannya,” tegasnya.

Mengapa Medsos? Savic pun bertanya kepada peserta tentang Gus Baha’. Sepontan para peserta kompak menjawab mengenal sosok Gus Baha’ dari IG maupun Youtube. “Berkat Medsos, dakwah kepada khalayak menjadi lebih gampang,’’ tuturnya.

Pada zaman dulu, paparnya, seseorang jika ingin mengaji, harus datang ke lokasi pengajian. Sekarang, dakwah bisa lewat video dan sebagainya. “Prinsip dakwah itu mengajak orang sebanyak mungkin. Dengan internet, dakwah menjadi lebih mudah dan bisa menjangkau 1000 orang lebih mudah, apalagi instagram (dan Medsos-red) jangkauannya luas,“ ungkapnya.

Karenanya, Savic berpesan kepada pelajar, mahasiswa dan generasi muda secara luas untuk mengembangkan audio visual. “Khusus bagi yang di jurusan dakwah, harus bisa dakwah dengan lisan dan tulisan. Kuliah di jurusan olahraga harus pandai olahraga. Jika Anda kuliah di jurusan dakwah, juga harus pandai berdakwah,” katanya.

Seminar yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), itu juga menghadirkan mantan presenter TV, Ninok Hariyani. Ninok Hariyani pada kesempatan mengutarakan, televisi merupakan salah satu media efektif, namun kini penonton televisi kian berkurang.

Berkurangnya penonton televisi, ujarnya, berdasarkan banyak riset, lantaran masyarakat lebih suka menggunakan media sosial. ‘’Tiga Medsos yang yang paling banyak diakses adalah facebook, youtube, dan IG. Saat ini format video paling banyak ditonton, karena memang sudah zamannya,” jelasnya.

Kendati Medsos kian diminati, namun penggunaannya juga harus selektif, lantaran banyak konten mengandung SARA, hoaks dan sejenisnya bertebaran. ‘’Maka generasi milenial harus bisa membentengi diri dan bisa membedakan info yang baik dan info yang tidak baik,’’ tuturnya. (qim/ ros, adb, rid)

Comments