Halaqah Mushaf Menara Kudus, Semangat Mikul Duwur Mendem Jero Menjaga Warisan Leluhur

0
408
Gus Baha menjadi pembicara halaqah Mushaf di masjid Menara Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3K) menggelar Halaqah Mushaf bersama para ahli. Kegiatan yang tergabung dalam rangkaian acara Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus ini berlangsung di Gedung Menara, Rabu (16/02/2022).

Ketua ketua YM3SK, H. Em Nadjib Hassan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk membahas mushaf Menara kudus dari berbagai aspek.

“Harapannya Kudus semakin bergairah dalam membedah Al-Qur’an dari segala aspek, termasuk rasm, penulisan sampai kaligrafinya,” harapnya.

Dengan dimoderatori oleh Dr. Abdul Jalil, pemateri pertama, KH Zarkasi Afif (peneliti mushaf dari Kemenag) menyebutkan bahwa terdapat tiga mushaf standar yang ada di Indonesia. “Mushaf rasm Usmani, mushaf bahriyah dan mushaf braile,” katanya.

Adanya halaqah ini, kata KH Zarkasi, tidak hanya untuk melestarikan thuros Menara Kudus, tetapi juga menjaga agar SK di Kementrian terkait standar mushaf ini tidak hilang.

“Kalau tidak diurip-urip akan menghilangkan salah satu keputusan negara yaitu 3 standar mushaf tadi,” terangnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Kudus, Dr. Zaenal Arifin Madkur membedah mushaf dari segi ulumul qur’annya, beliau mengajak umat untuk mendalami AL-Qur’an secara kaffah atau menyeluruh.

“Mari jadikan ini sebagai momentum memahami AL-Qur’an secara mendalam dari sekian ilmu,”ajaknya.

Sedangkan KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, membedah mushaf Menara dari segi pola dan maknanya. Dicontohkan, dalam setiap pola yang ada di Al-Qur’an terdapat makna yang mengilhami.

“Pola ini penting karena berkaitan dengan makna. Jadi, saya mohon, ilmu ini harus tetep ditekuni sebisanya, tetapi jangan terlalu serius,” pesannya. (Hasyim/adb,rid)

Comments