Habib Luthfi: Ekonomi dan Pertanian Jadi Bagian Pertahanan Nasional

0
208
Habib Luthfi

CIREBON, Suaranahdliyin.com – Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menegaskan ekonomi dan pertanian sebagai pertahanan nasional. Memperkuat keduanya bisa semakin meningkatkan nasionalisme warga sekaligus kewibawaan negara di mata internasional.

Hal itu disampaikannya dalam acara Haul ke-179 Habib Thoha bin Hasan bin Yahya, Ciledug, Cirebon, Ahad (24/10/21). Hadir pula dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat Dr. H. M. Ridwan Kamil, ST, MUD.

Menurut Habib Luthfi ekonomi, pertanian, pendidikan dan kesejahteraan sosial merupakan bagian penting yang harus diperkuat. Tidak hanya oleh pemerintah saja tetapi seluruh warga negara harus ambil peran sesuai keahlian masing-masing.

“Kalau kita meramaikan ekonomi, meramaikan pertanian, maka sama saja kita ikut memperkuat pertahanan nasional,” ujar Habib Luthfi.

Sebelumnya, Habib Luthfi memaparkan peranan para ulama, auliya’ dan habaib terdahulu selalu bisa menciptakan kemakmuran bagi sekitarnya. Para beliau bisa menghidupkan sistem ekonomi, bahkan hingga lintas pulau dan negara. Di masa Habib Thoha bin Hasan bin Yahya misalnya, beliau mampu menjalin hubungan dengan banyak kerajaan yang itu dimanfaatkan untuk memakmurkan fakir miskin dan anak yatim.

“Sehingga pada masa beliau tidak ada orang kelaparan atau anak menangis karena kekurangan. Semuanya bisa tersenyum bahagia dan memandang beliau seperti bapak kandungnya sendiri,” kata Habib Luthfi.

Lebih jauh lagi, pada masa Walisongo, mereka masuk ke Nusantara dengan bekal keilmuan yang mumpuni secara ekonomi, budaya maupun agama. Namun, justru yang pertama kali dibangun adalah ekonominya. Bagaimana menciptakan sebuah kehidupan yang berkeadilan sosial, menata sistem sosial dengan pemerataan ekonomi.

Sedikit demi sedikit ketika ekonomi terangkat, kerajaan bisa dapat pemasukan, stabilitas terjaga. Kemudian diangkatlah para wali itu sebagai menteri kerajaan. Misalnya seperti Syaikh Ibrahim Asmoroqondi itu adalah Menteri Keuangannya Majapahit.

“Masih beda agama, tapi tetap toleran. Jadi kita ini kalau ngomong toleransi sebenarnya sudah ketinggalan dari para pendahulu,” jelas Ketua Forum Sufi Dunia ini.

Selain itu, Habib Luthfi juga menjelaskan beberapa alasan mengapa Islam masuk ke Indonesia harus lewat India dan China. Menurut Habib Luthfi salah satunya sebab adanya tujuan untuk menghidupkan kembali jalur sutra perdagangan dan keilmuan yang telah dirintis sejak zaman Nabi Muhammad.

“India yang mayoritas hindu, China yang banyak berkembang agama Buddha, mereka melakukan adaptasi di situ sebelum ke Nusantara. Baik secara budaya, kepercayaan dan sistem ekonominya. Maka ketika tiba datang waktunya ke Indonesia, pola itu tinggal disesuaikan,” papar Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini.

Selain acara haul, kegiatan tersebut juga diramaikan adanya kirab dan pasar UMKM lokal. Pagelaran Haul ke-179 Habib Thoha bin Hasan ini telah digelar selama satu pekan. Ratusan warga tampak hadir memadati pusat kegiatan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (rid/ adb)

Comments