
SRAGEN, Suaranahdkiyin.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH. Abdul Ghaffar Rozin menegaskan kembali bahwa Pesantren menjadi tulang punggung Nahdlatul Ulama, bangsa dan negara.
ia menyampaikan hal itu dalam acara Naharul Ijtima – Halalbihalal Rabithah Maahid Islamiyab Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Tengah di Pondok Pesantren Walisongo Sragen, Ahad (11/4/2026) kemarin.
“Kalau ada gegeran di NU, pesantren yang merubah menjadi ger-geran, “ujar Gus Rozin, sapaan akrabnya.
” Begitu pula, kalau ada apa-apa di negara yang diajak bicara salah satunya paling awal adalah pesantren juga, “sambung Gus Rozin.
Ia menuturkan pengasuh pesantren, kiai dan pemimpin Ormas diundang silaturahim Presiden Prabowo di Istana negara belum lama ini. Waktu itu, Presiden mengatakan kondisi bangsa Indonesia ada kemungkinan sedang tidak baik -baik saja.
“Presiden memohon kepada pesantren menenangkan umatnya,”tutur Gus Rozin.
Saat 10 tahun terakhir ini, kata dia, hubungan antara negara dengan pesantren semakin kuat. Hal. Ini dibuktikan dengan munculnya beberapa regulasi yang menguntungkan pesantten.
” Diantaranya, munculnya hari Santri, UU Pesantren. Dan terakhir ini ditandatandanganinya Presiden adalah disahkankannya Dirjen Pesantren, “ujar Gus Rozin.
Pengasuh pessntren Maslakul Huda Kajen Pati ini menilai keberadaan Dirjen Pesantren membawa dampak (potensi) baik bagi lembaga keagamaan ini. Potensi baiknya, pesantren-pesantten lebih leluasa direkognisi (diakui) oleh negara melalui UU Pesantren tahun 2019 kendati masih banyak menemui kendala.
“Pak Bupati, kalau ada santri yang ingin menjadi modin, tidak boleh ditanya lulusan SMA atau madrassh, karena ijazah pesamtren sudah diakui oleh negara,” ungkapnya.
Meski begitu, lanjut Gus Rozin, Pesantren harus tetap.mengawal keberadaannya sebagai lembaga yang mandiri dan independen.
“Kita harus mengawal, pesantren harus 100% swasta. Tidak boleh ada pesantren negeri.”tegasnya.
“Bukan saya yang tidak membolehkan atau melarang, tetapi UU pesasantren tahun 2019, berbunyi begitu,” Imbuhnya.
Dalam acara i itu, Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Menkopolhukam H. Mahfudz MD hadir menjadi pembicara halalbihalal ini. Rais PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidillah Shodaqoh juga turut hadir bersama pengasuh pesantren dan pengurus RMI NU kota/kabupaten seluruh Jawa Tengah. (Qomarul Adib/ros)









































