Hadiri Bimtek Pemberdayaan Kopontren di Pati, Gus Rozin dan Gus Yasin Dorong Skill Manajerial Santri

0
97
Wagub Jawa Tengah Taj Yasin didampingi Ketua PWNU Jateng Gus Rozin menghadiri Bimtek Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren di Pati kemarin

PATI,Suaranahdliyin.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH. Abdul Ghaffar Rozin dan Wakil Gubernur Jateng H. Tak Yasin menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren.di Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Jum’at (17/4/2026).

Bimtek yang diselenggarakan Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah fokus pada diversifikasi olahan ikan lele . ​Acara ini diikuti oleh 40 perwakilan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) di wilayah Kabupaten Pati.

​KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menekankan pentingnya kesadaran santri untuk terjun ke dunia kewirausahaan, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.

​”Harapannya santri-santri tergugah memiliki kesadaran untuk bersedia menjadi entrepreneur pertanian, perikanan, dan kemudian itu menjadi salah satu fondasi kemandirian mereka. Baik kemandirian personal maupun kemandirian pesantren,” kata pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen ini.

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berharap agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti pada santri yang diutus pesantren untuk mengikuti pelatihan.

“Saya minta agar peserta membagikan informasi tersebut kepada pelaku unit usaha lain di yayasan atau pesantren masing-masing agar usaha yang ada bisa berjalan terus secara istiqomah.”harap Gus Yasin.

​Gus Yasin menambahkan bahwa penggunaan teknologi sangat krusial untuk mengubah mindset negatif masyarakat terhadap dunia pertanian dan peternakan. Menurutnya, dengan teknologi, proses budidaya hingga pengemasan produk lele akan lebih maksimal dan menarik bagi para konsumen.

​Lebih deri itu, ia berharap pelatihan ini dapat membekali santri dengan kemampuan manajemen dan keterampilan pribadi yang bisa dibawa hingga mereka “boyong” dari pesantren.

​”Bukan hanya khidmah, tapi manajemen serta skill pribadi juga perlu dikembangkan. Harapannya saat di rumah nanti, keterampilan yang didapat di pesantren bisa diteruskan dan dikembangkan agar lebih berkah,” ucap dia.

Ia menegaskan, Pemprov Jateng berkomitmen terus menambah titik kegiatan serupa, di mana saat ini telah tercatat ada 12 titik kegiatan yang dikerjasamakan dengan PWNU Jawa Tengah.

Sementara itu ​Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas 113 pondok pesantren yang telah didata sejak akhir tahun lalu.

​”Kami melakukan pelatihan bagi para santri untuk mengubah produk hulunya, yaitu lele, menjadi produk hilir. Tujuannya agar usaha yang dikelola pesantren meningkat secara signifikan, baik dari pola pemasaran maupun penggunaan teknologinya,” ungkap Eddy.

Kegiatan Bimtek yang berlangsung hingga Sabtu (18/4/2026) ini bertujuan menjadikan koperasi sebagai sarana pendidikan sosial dan ekonomi bagi santri. (Angga/adb)

Comments