Ganjar Sebut Mbah Dim Ulama Panutan dan Pemberi Kesejukan

0
468
Suasana takziyah melepas kepergian KH Dimyati Rois (Mbah Dim)/ Foto: istimewa

KENDAL, Suaranahdliyin.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya KH Dimyati Rois (Mbah Dim). Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut meninggal dunia di rumah sakit Telogorejo Semarang, Jumat (10/6/2022) sekira pukul 01.13.

Mbah Dim adalah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Mustasyar PBNU itu lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945. Beliau menempuh pendidikan antara lain di Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur dan Ponpes APIK Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Bagi Ganjar, Mbah Dim merupakan sosok ulama yang mengayomi semua orang, serta selalu memberikan kesejukan dan menjadi panutan. Sehingga tak heran jika kepergian kiai kharismatik itu meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, khususnya Nahdliyin.

“Pasti kehilangan. Anda lihat, sedemikian banyak orang kumpul, tumplek blek, dan ini bukan Jawa Tengah saja, tapi se-Indonesia ada (takziyah, red) di sini,” ujarnya di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fadhlu wal Fadhilah, Jagalan, Kaliwungu, Kendal.

Gubernur Jawa Tengah itu juga mengaku memiliki banyak kenangan dengan almarhum Mbah Dim. Keduanya seringkali bertemu untuk silaturahmi atau berdiskusi tentang berbagai persoalan. “Terlalu banyak yang diingat. Tapi yang jelas beliau selalu memberikan nasihat-nasihat dan petuah-petuah yang bikin sejuk,” ungkapnya.

Salah satu momentum kebersamaan dirinya bersama Mbah Dim, yaitu saat bersilaturahmi ke ndalem Mbah Dim. Saat itu ia bersama Mbah Dim berbicara banyak hal tanpa ada jarak, kendati dalam beberapa event politik, keduanya tidak selalu sama.

“Kami pernah sowan ke sini waktu itu, ngobrol banyak, beliau memberikan petuah-petuah kepada saya. Dan yang menarik, karena beberapa event politik yang kita tidak selalu sama. Tapi betapa dari sisi hati itu saya merasa sebagai anak tidak ada sedikit pun jarak dalam posisi yang berbeda-beda. Selalu memberikan kesejukan kepada semuanya. Petuah-petuah beliau itu selalu membuat adem, menyenangkan,” kenangnya. (rls/ ros, adb)

Comments