Indonesia Berduka, KH Dimyati Rois Wafat

0
388
KH Dimyati Rois/ Foto: istimewa

KENDAL, Suaranahdliyin.com – Indonesia kembali berduka. Pada Jum’at (10/6/2022) ini, salah satu putra terbaiknya, KH Dimyati Rois, Mustasyar PBNU, wafat.

Tak pelak, kepergian kiai kharismatik pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fadlu Wal Fadilah, Kaliwungu, Kendal ini membawa duka mendalam bagi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.

Ucapan duka cita pun dilayangkan publik. Presisen RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam akun twitternya @jokowi, menulis, “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Duka cita yang mendalam atas berpulangnya KH Dimyati Rois hari ini, Jumat 10 Juni 2022. Semasa hidupnya, almarhum adalah seorang ulama berpengetahuan luas tetapi tawaduk dan sederhana. Semoga Abah Dim mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT”.

Prof Dr Mahfud MD melalui akun @mohmahfudmd juga melayangkan rasa berduka melalui cuitannya.

“Inna lillah wa inna ilaihi raji’un. Sy sedang di KBRI Den Haag saat ada berita KH Dimyati Rois wafat, Kamis 9/6/22. Spt Kyai NU pd umumnya, almarhum adl Kyai yg selalu tampil sederhana. Sy kenal baik dan srng berkunjung ke ponpesnya di Kaliwungu. Insyaallah husnul khotimah. Amiin,” ujarnya.

Walikota Semarang, Hendrar Pribadi dalam akun @hendrarprihadi menulis: Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un — Duka cita mendalam atas berpulangnya KH. Dimyati Rois/Abah Dim (Mustasyar PBNU/Pengasuh PP. Al-Fadhlu wal Fadhilah Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah) pada hari Jumat, 10 Juni 2022 Semoga segala amal Ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagaimana dicuitkan akun NU Online, bahwa PBNU menginstruksikab kepada seluruh warga NU untuk menyelenggarakan salat gaib dan tahlil. Selain ditujukan kepada KH Dimyati Rois (Mustasyar PBNU), juga kepada almarhum KH M Luthfi Thomafi (Ketua PP GP Ansor). (ros, gie, rid/ adb, luh)

Comments