‎Ketika Penyair Baca Puisi di Penutupan Pesantren Kilat MTs Ma’arif Nurul Huda

0
39

Penyair foto bersama siswa siswi peserta pesantren kilat MTs Ma’arif Nurul Huda Temanggung

TEMANGGUNG,Suaranahdliyin.com – Penutupan Pesantren Kilat MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran Temanggung sedikit berbeda. Seorang penyair senja Roso Titi Sarkoro membacakan sejumlah sajak bertema Ramadan di musala madrasah, Sabtu (14/3/2026).

Puisi-puisi yang dibacakan seluruhnya mengangkat nuansa spiritual dan refleksi keagamaan yang selaras dengan suasana bulan suci Ramadan. Sang penyair membuka pembacaan sajaknya dengan mengajak seluruh hadirin berzikir dan bersyair bersama. Suasana pun terasa hangat, akrab, dan penuh kekhusyukan.

‎Kepala MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran, Wiwik Hartati, yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Penulis Indonesia (Satu Pena) Temanggung, menyampaikan bahwa pihak madrasah merasa terhormat atas kehadiran para penyair yang berkenan membacakan karya-karya puisinya di hadapan para siswa.

‎Selain Roso Titi Sarkoro, beberapa penyair senior Temanggung turut tampil membacakan puisi, di antaranya Ariadi Rasidi dan Heni Susilowati. Acara tersebut dipandu oleh moderator sekaligus penggurit, Indah Kurnitasari.

‎Yang menarik, pembacaan syair pada kesempatan itu berkolaborasi dengan lantunan zikir dari para santriwan dan santriwati. Menurut pengakuan sang penyair, syair yang dilantunkan bersama tersebut tercipta secara spontan.

“Meski terdiri dari beberapa baris sederhana, pesan utamanya mengingatkan tentang keagungan dan kemahakuasaan Allah SWT sebagai pencipta alam semesta.”ujar Roso Titi Sarkoro.

‎Syair yang kemudian diberi judul “Aku Bertanya” oleh para peserta itu menjadi pemicu lahirnya tausiyah sekaligus apresiasi sastra di kalangan siswa.

Melalui pergelaran pembacaan puisi Ramadan yang dipadukan dengan tausiyah, inovasi, dan motivasi tersebut, para siswa mengaku semakin tertarik mempelajari sastra, khususnya puisi. (ibda/adb)

Comments