Ganjar Didaulat Jadi Pemateri Kuliah Umum di Ubaya

0
149
Ganjar Pranowo menjadi pemateri kuliah umum di Ubaya

SURABAYA, Suaranahdliyin.com – Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar studium general dengan mengundang sejumlah tokoh bangsa. Salah satu yang didaulat sebagai narasumber (pemateri) adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam diskusi yang digelar di gedung Perpustakaan Ubaya, Jumat (20/5/2022) itu, Ganjar menyampaikan sejumlah topik tentang tantangan masa depan bangsa. Mulai dari politik pangan, suasana geopolitik dunia, bonus demografi, kemajuan teknologi, hukum, intoleransi dan radikalisme.

Kendati forum ilmiah dan dihadiri sejumlah mahasiswa, civitas akademika dan tokoh masyarakat, suasana diskusi berlangsung santai. Beberapa kali, dia bahkan melontarkan guyonan yang membuat para peserta tertawa.

Namun beberapa kali, gubernur Jateng itu juga nampak serius. Misalnya saat ditanya persoalan intoleransi dan radikalisme yang terjadi di Indonesia saat ini oleh salah satu peserta diskusi.

“Pak Ganjar, saya resah dengan intoleransi dan radikalisme yang marak terjadi saat ini. Bahkan, anak-anak sudah banyak yang terkena aliran ini. Saya punya pengalaman, ada siswa SD dia tidak mau main ke rumah temannya hanya karena ada gambar salibnya. Dan itu katanya diajari oleh gurunya,” tanya Ines.

Ganjar menjelaskan, intoleransi dan radikalisme memang menjadi persoalan serius bangsa Indonesia. Dan sudah banyak bangsa hancur karena masalah seperti ini.

“Jangan anggap remeh masalah ini. Ibu betul, ini persoalan serius. Karena sebagus apapun kita mempersiapkan masa depan bangsa ini, kalau dibawahnya dirongrong oleh intoleransi dan radikalisme, pasti hancur,” tegasnya.

Persialan intoleransi dan radikalisme ini menjadi salah satu konsens Ganjar selama menjadi Gubernur Jateng. Seluruh pejabat, ASN hingga kepala sekolah diminta tandatangan pakta integritas setia pada Pancasila dan NKRI.

“Saya pernah memecat kepala sekolah gegara persoalan ini. Ini tidak main-main, karena dunia pendidikan sudah disusupi oleh mereka, sehingga kita harus melakukan proteksi dan tindakan antisipasi,” paparnya.

Selain intoleransi dan radikalisme, dia juga cukup serius membahas soal kedaulatan Bangsa Indonesia. Ia menegaskan, bangsa Indonesia harus percaya diri, berdikari dan tidak bergantung pada negara lain. “Kata Bung Karno, kita harus menjadi bangsa yang berdaulat di segala bidang. Kita harus percaya diri, kita bisa menjadi bangsa besar,” tandasnya.

Foto beserta pimpinan dan sebagian peserta kuliah umum

Rektor Ubaya, Benny Lianto, mengutarakan, sejak 1966, Ubaya selalu mengundang tokoh nasional untuk mengisi kuliah umum. Dan dalam kuliah umum itu, selalu dibahas terkait perjalanan bangsa sekaligus mencari solusi dalam persoalan yang ada.

“Kami mengundang banyak tokoh, misalnya (dulu pernah menghadirkan) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo dan lainnya,” ungkapnya. (rls/ ros, adb, rid)

Comments