
BALI, Suaranahdliyin.com – Konferensi Wilayah (Konferwil) VII Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali berakhir pada Senin (7/9/2020) dini hari, tepatnya pukul pukul 00.11 Wita. Pada Konferwil ini, duet KH. Noor Hadi Al-Hafidz terpilih sebagai Rois Syuriah dan KH. Abdul Aziz sebagai Ketua Tanfidziyah untuk memimpin PWNU di Pulau Dewata masa khidmat 2020-2025.
Sidang penetapan Rois Syuriah PWNU Bali yang dipimpin oleh KH. Mahrusun M.Pd.I, lebih dulu menentukan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yaitu tujuh orang nama yang diusulkan dari majelis AHWA sebagai calon Rois Syuriah PWNU Bali. AHWA bertugas memilih dan menetapkan Rais Syuriah PWNU Bali periode 2020-2025.
Setidaknya ada 23 nama yang muncul, lalu diambil tujuh nama dengan suara terbanyak, yang kemudian akan dipilih satu nantinya sebagai Rais Syuriah. Selanjutnya para anggota AHWA dipersilakan menggelar sidang secara terpisah, untuk menetapkan Rois Syuriah PWNU Bali masa khidmat 2020-2025, yang menghasilkan kesepakatan menetapkan KH. Noor Hadi Al-Hafidz sebagai Rois Syuriah PWNU Bali.
Usai menetapkan Rois Syuriah PWNU Bali, dilanjutkan pemilihan Ketua Tanfidziyah PWNU Bali yang dipimpin KH. Samsul Hadi SE M.Pd.I. Dan dalam proses pencalonan, ada tiga nama yang menguat, yakni KH. Abdul Aziz S.Pd.I, H. Masrur Makmur dan H. Pujianto.
Akhirnya, berbekal perolehan suara yang didapat, KH. Abdul Aziz kemudian ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Bali Masa Khikmad 2020-2025 mendampingi KH. Noor Hadi Al-Hafidz (Rois Syuriah).
“Ini adalah amanat sebagai pengabdian saya dan kecintaan saya terhadap NU, pada masa khidmat yang terakhir masih diberikan amanat. Mohon doa restu dan mohon maaf atas kekurangan saya. Mudah-mudahan selalu sehat dan InsyaAllah siap,” tandas KH. Noor Hadi Al-Hafidz dalam sambutannya. (rls/ adb, rid, ros)








































