Haul Raden Muhammad Syarif
Cinta RM Syarif Berarti Mencintai Ajaran dan peninggalannya

0
214
KH. Aminuddin Mawardi menyampaikan mauidhah hasanan dalam haul Raden Muhammad Syarif, kemarin kemarin

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Peringatan Haul Wali Agung Raden Muhammad (RM) Syarif pada legi akhir Muharram berlangsung Kamis (17/9/2020) lalu. Tidak seperti biasanya, kegiatan tahun ini hanya diperingati dengan tahlil dan ganti luwur di Makam RM Syarif Desa Padurenan Gebog Kudus.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini hanya dihadiri beberapa tokoh, kiai lokal dan ratusan warga desa setempat. Acara diawali uluk Salam dan Hadrah bil Fatihah oleh KH. Fathurrahman, Pembacaan Surat Yasin ust. M. Saiqul Karim al-Hafidz, Tahlil H. Abdul Basyir, do’a serta mauidhah disampaikan KH. Aminuddin Mawardi kemudian diakhiri Ganti Luwur.

“Karena kondisi masih pandemi, haul hanya diadakan secara terbatas dan sederhana dengan menggunakan protokol kesehatan,”ujar Ketua Panitia H. Ahmad Wafiy Baq.

Sementara KH. Aminuddin Mawardi dalam mauidhah hasanahnya menjelaskan silisilah RM. Syarif sebagai putra Adipati Sumenep Pangeran Yudhonegoro (Macan Wulung). Dikatakan, pada garis kuturunan RM Syarif banyak yang menjadi kiai dan kepala desa Padurenan.

“RM Syarif adalah satu-satunya pepunden kita (warga desa Padurenan) yang perlu kita cintai bersama,”ujar tokoh desa Padurenan.

Bukti cinta Mbah Syarif, lanjut kiai Amin, adalah mencintai ajaran dan peninggalannya. Ditegaskan, rasa cinta mendalam dengan hati jernih akan melahirkan banyak cabang ketaatan kepada Allah.

“Mari kita ikuti ajaran dan melestarikan peninggalannya, Jangan sampai kita lepas dari panutan kita,”tandasnya.

Sebagaiamana diketahui, RM Syarif merupakan sosok yang menyebarkan ajaran Islam di Kudus Utara. Dalam berdakwah, RM Syarif berkeliling dari desa ke desa hingga akhirnya wafat di Padurenan.

Beberapa peninggalannya yang masih diuri-uri masyarakat, Makam, Belik Syuro, Masjid Asy-syarif dan Maulidan jawiyan. (adb/ros).

 

Comments