
DEMAK, Suaranahdliyin.com – Mulai awal hingga akhir bulan selalu ada kegiatan yang berbeda-beda dan seru dalam rangka memeringati Resolusi Jihad 22 Oktober atau Hari Santri Nasional.
Maka pantas kiranya bila oktober juga disebut sebagai bulan santri nusantara yang bisa dijadikan semangat berkarya untuk bangsa dan negara. Hal itu dikatakan oleh Anggota DPR RI, H. Fathan Subchi dalam acara sosialisasi empat pilar NKRI di RM. Sarwo Eco, Demak, (03/10/18).
“Negara sangat menghargai perjuangan kiai dan pondok pesantren sehingga hari santri secara resmi ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tiga tahun silam. Ini harus jadi semangat kita bersama untuk lebih giat berkarya untuk NKRI,” ujar Fathan.
Fathan menambahkan, keberpihakan negara kepada kaum santri juga tampak pada pembahasan RUU Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren. Menurutnya, RUU tersebut telah diselaraskan dengan misi negara dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dan Islam Nusantara. “Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harus kita jaga demi kemakmuran bersama,” imbuhnya.
Sebagai wujud penjagaan atas bangsa dan negara yaitu dengan mewarnai perkembangan zaman ini dengan gagasan dan karya sesuai keahlian masing-masing. Berbagai ilmu yang didapat melalui lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, disertai dengan keteladanan dari kiai dan ulama adalah bekal berharga.
“Mari rapatkan barisan, berbuat dan berkarya sesuai peran dan keahlian dengan inovasi-inovasi yang bisa mewarnai kehidupan kebangsaan masyarakat Indonesia untuk peradaban dunia,” tegasnya.(rls/rid)









































