Begini Kader Ansor-Banser Dawe Memaknai Transformasi Media Juang

0
182
(Dok. YouTube Ansor Muria Raya)

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Peringatan hari lahir ke-87 GP Ansor terasa hangat untuk diperbincangkan. Utamanya mengenai tema yang diusung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor yang mendorong adanya transformasi media juang. Tak mau ketinggalan, kader Ansor-Banser Kecamatan Dawe pun turut merespons tema tersebut dengan pemaknaan khusus.

Pemaknaan itu diutarakan oleh Pengurus PAC Ansor Dawe Sahabat Ali Nuhin dan kader Banser ranting Cendono M. Alfi Ni’am dalam sebuah diskusi Sorcast (Ansor Podcast). Dalam video berdurasi kurang lebih 29 menit di Channel resmi Ansor Muria Raya itu keduanya saling melempar argumen.

Menurut sahabat Ali Nuhin, transformasi media juang Ansor ini telah sampai pada era digital yang mengharuskan kecepatan merespons fenomena atau masalah sosial keagamaan. Termasuk didalamnya, kader Ansor harus bisa memanfaatkan media sebagai corong yang efektif untuk menebarkan nilai-nilai keaswajaan.

“Ya Ansor ini memang sudah seharusnya sebagai medianya NU, artinya sebagai corong untuk menyuarakan Aswaja. Tinggal nanti kita bisa bergerak lebih maju dalam menyuarakan lokalitas aswaja di Kawasan Muria kepada masyarakat dunia,” ujar Ali Nuhin, Ahad (25/04/21) malam.

Pada kesempatan itu, Ali Nuhin juga memandang transformasi media ini jangan sampai dilakukan secara radikal. Maksudnya, transformasi media dalam tubuh NU tetap harus melayani semua kalangan, baik dari generasi muda maupun tua. Sebisa mungkin program literasi media jangan hanya menyasar pada generasi muda yang melek digital saja.

“Generasi sepuh atau orang-orang yang kurang melek digital juga harus kita layani kebutuhan literasi aswajanya supaya transformasi ini benar-benar ada manfaatnya. Misalnya kita buatkan bulletin, buku kumpulan doa-doa dan karya cetak lainnya,” imbuh guru MA NU Miftahul Falah ini.

Gerakan Sosial

Berbeda dengan Ali Nuhin, kader Banser Cendono M. Alfi Niam justru memandang transformasi media juang ini secara lebih luas. Ia berpendapat bahwa media juang Ansor tidak hanya pada menyuarakan nilai aswaja melalui media saja, tetapi juga bidang lain. Seperti halnya ekonomi, pertanian dan gerakan sosial.

“Seperti halnya di ranting Cendono, Cranggang, Kajar dan Kandangmas, para kader Ansor-Banser justru memilih jalur kemandirian ekonomi sebagai media juang. Ada yang melakukan transformasi di bidang pertanian dalam menanam jagung juga rempah, ada juga yang mencoba merintis usaha ritel seperti ABC-Mart,” paparnya.

Lebih lanjut, Alfi Ni’am berbagi pengalaman mengenai transformasi yang telah ia lakukan bersama sahabat Ansor-Banser lainnya di ranting Cendono. Salah satunya ialah langkah kreatif mereka dalam menyelami usaha hidroponik selada. Menurutnya, langkah tersebut cukup menjanjikan dan mudah dilakukan karena tidak banyak memakan lahan dan waktu.

Tidak seperti cocok tanam konvensional yang menggunakan tanah atau lahan yang luas. Cukup dengan pipa yang disusun sedemikian rupa kemudian air dan trik khusus sudah bisa menghasilkan selada dengan kualitas unggul.

“Hingga hari ini permintaan pasar cukup banyak hingga kami kewalahan melayani. Pokoknya hidroponik selada yang memanfaatkan air diam ini bisa menjadikan kita diam-diam jadi kaya,” kelakarnya disusuli tawa.

Kendati berbeda pemahaman, baik Ali Nuhin maupun Alfi Ni’am sama-sama sepakat bahwa transformasi media juang memang harus dilakukan oleh kader Ansor-Banser di manapun. Kuncinya, kata mereka, terletak pada kemauan dan tekad untuk terus bergerak, berusaha menciptakan ide-ide kreatif dengan niat memperluas dakwah Aswaja secara lebih elegan dan anti kemapanan.

Selengkapnya video wawancara mereka bisa ditonton di link berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=TbK0gvS3UiE&t=102s (rid/ros,adb)

Comments