Bangun Kemandirian Pesantren dengan BUMP

0
1204
Launching Khozinshop-Indomaret antara lain dihadiri Ketua PP. RMI PBNU KH. Abdul Ghofar Rozin, pengasuh Ponpes Khozinatul Ulum KH. Muharror Ali, dan Bupati Blora Djoko Nugroho

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Pesantren selain memikul beban sebagai lembaga tafaqquh fi al-din, juga mesti memiliki kemandirian dalam bidang ekonomi, yang bisa diwujudkan melalui berbagai macam usaha.

Dalam rangka membangun kemandirian ekonomi pesantren, Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (PP RMI) Nahdlatul Ulama (NU) membantu Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), sebagai ujung tombak membanguan perekonomian pesantren.

BUMP dijalankan melalui kemitraan yang dibangin dengan Indomaret. Dan belum lama ini, telah diresmikan Khozin Shop-Indomaret di bawah Pondok Pesantren Khozinatul Ulum, Kabupaten Blora di penghujung Februari lalu.

Ketua PP RMI PBNU, KH. Abdul Ghofar Rozin menyebut kemitraan itu sebagai genre baru yang perlu dikembangkan pesantren. ‘’Kemitraan ini sejalan dengan visi – misi RMI dengan jargonnya membangun santri mandiri dan NKRI harga mati,” ungkapnya.

Pengurus RMI NU Jateng, KH. A. Zaki Fuad, mengatakan, kemitraan yang telah dirintis sejak 2016 itu, telah memunculkan brand-brand di antaranya Khozin Shop – Indomaret, Alfadholi Mart – Indomaret dan Mafamart – Indomaret.

‘’Keunggulan kemitraan khusus ini, selain nama bersanding dengan brand yang telah populer, santri mendapat pembelajaran sistem dan attitude, modal dipinjami tanpa bunga (pesantren hanya 25 % atau sesuai kesepakatan), serta sistem dan manajemen mapan handal, langsung berjalan (tanpa risiko),’’ terangnya.

Di luar itu, lanjutnya, keunggulannya adalah tanpa royalty fee, tanpa deposit fee, promosi produk ikut nasional, bisa memasukkan produk pesantren atau UMKM pada gerai kemitraan, bahkan bisa dalam gerai Jateng atau Nasional, dan pembayaran pinjaman mulai pada bulan ke tujuh.

‘’Durasi kemitraan tidak lebih dari lima tahun. Setelah itu 100 % menjadi milik pesantren,’’ tutur pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora itu.

Habib Sholeh dari PP RMI, mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kemitraan yang telah dilakukan. ‘’Kami harap, pesantren yang mengikuti kemitraan, lima tahun mendatang telah mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat. Mimpi kami, banyak pesantren yang akan bergabung dalam kemitraan ini,’’ ujarnya. (zul/ adb, ros)

Comments