Amanat Pembaretan : Banser Harus Solid, Siap Berjuang, Maju dan Berkembang

0
793
Upacara Penutupan Pembaretan Banser Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pembaretan Banser sebagai rangkaian Diklatsar 2019 telah usai. Namun perjuangan para peserta belumlah berakhir, justru ini adalah awal pengabdian yang diharapkan bisa memajukan NU ke depan.

Hal itu mengemuka dalam amanat instruktur upacara penutupan pembaretan Banser yang disampaikan Ketua GP Ansor Kudus, H. Sarmanto Hasyim di Lapangan Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, Ahad (29/09/19).

“Sore ini saya sampaikan bahwa soliditas, kekuatan banser utamanya pada persatuan. Tidak ada yang namanya Banser tidak solid. Banser harus solid,” tegasnya dihadapan 534 Banser Kudus itu.

Selanjutnya, Sarmanto menegaskan bahwa Banser harus kuat secara keyakinan dan keimanan untuk berjuang menegakkan kebenaran. Menurutnya keyakinan itu harus dijadikan pijakan dalam setiap kegiatan.

“Banser harus yakin dan iman bahwa kita sedang memperjuangkan sesuatu yang benar. Itu yang menjadi dasar kita dalam berkegiatan, dalam berjuang,” lanjutnya.

Karena, imbuh Sarmanto, ditangan sahabat-sahabat ini perjuangan NU akan bisa maju dan berkembang. Persiapkan diri sahabat sekalian secara basic, waktu, jiwa dan raga untuk mengawal Nahdlatul Ulama.

“Rasa ngantuk, lelah hari ini hanya sebuah latihan. Di tahun berikutnya, tidak hanya fisik, mungkin akan lebih letih lagi, tapi itu lah nanti yang menjadi pahala sahabat sekalian,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Komandan tertinggi Banser Kabupaten Kudus itu juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta pembaretan. Demikian sebab mulai spre hari itu mereka semua resmi menjadi anggota Banser Kabupaten Kudus.

“Pesan kami kepada sahabat-sahabat, bahwa banser adalah satu kepemimpinan, satu komando. Tidak ada Banser dua komando. Maka sekali lagi, siapkan diri Anda sekalian untuk menghadapi segala rintangan di masa depan,” ujarnya.

Usai menyampaikan amanat, H. Sarmanto kemudian melepas tanda kepesertaan Diklatsar 2019 secara simbolik oleh perwakilan peserta. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Syukur karya HS. Muthahar dan musafahah yang diiringi salawat secara bersama-sama. (rid, gie/ adb)

Comments