Ahmad Rozali: Tangkal Hoaks dan Buatlah Konten yang memberi Mencerahkan

0
229
Narasumber saat menyampaikan paparan materi/ Foto: istimewa

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Kader maupun pengurus Nahdlatul Ulama (NU), harus mampu menjadi penggerak dalam menangkal berbagai informasi palsu alias hoaks.

Hal itu mengemuka dalam Lokakarya Literasi Digital bertajuk “Mengenal dan Menangkal Hoaks di Media Sosial” yang digelar di Aula PCNU Kota Semarang, Kamis (14/7/2022).

Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, LTN PWNU Jateng, dan LTN PCNU Kota Semarang.

Pengurus LTN PBNU Ahmad Rozali, Redaktur NU Online Moch Ngisom Al-Barony, Ketua LTN PWNU Jateng KH Mahlail Syakur didaulat sebagai narasumber acara yang dipandu Ketua LTN NU Kota Semarang, M Kholilul Adib.

Ahmad Rozali menyampaikan, saat ini pengguna internet semakin meningkat. Situasi itu membuat masyarakat semakin mudah mengakses informasi.

“Biaya internet juga semakin murah. Sedang pengguna internet didominasi kaum milenial,” ujarnya dalam acara yang diikuti ratusan peserta dari perwakilan lembaga, maupun badan otonom (Banom) di lingkungan NU. Pengurus LTN dari sejumlah Kabupaten/Kota di Jateng turut hadir dalam acara secara langsung. Sebagian lainnya hadir secara daring.

Meski ada sisi positif, terang Rohali, sisi negatif sangat rawan muncul. Karena itu semua informasi yang ada perlu mendapat filter. “Kader atau pengurus juga perlu membuat konten. Utamanya dalam meluruskan informasi-informasi yang berpotensi salah,” tegasnya.

Apalagi, lanjutnya, saat ini semakin dekat dengan Pemilu. Situasi ini bisa semakin banyak memunculkan informasi-informasi yang tak benar.

“Bisa jadi semakin masif. Karena itu upaya-upaya menangkal hoaks harus digencarkan, salah satunya dengan membuat konten-konten yang memberi pencerahan,” tandasnya.

Rozali menambahkan, setiap lembaga atau banom bahkan kader maupun pengurus, tak harus membuat website. Sebab jika membuat website, banyak hal, utamanya biaya yang harus dipikirkan.

“Gak harus melulu website. Bisa juga memanfaatkan media sosial yang ada, lalu mengisinya dengan konten-konten positif, termasuk meluruskan informasi yang tidak benar tadi,” katanya.

Semakin banyak informasi tak benar disebarkan, paparnya, akan bisa dianggap sebagai sebuah kebenaran. “Tentu ini sesuatu yang tidak kita inginkan,” ungkapnya.

Ketua LTN PWNU Jateng, H Mahlail Syakur, mengatakan, hoaks sudah dikenal sejak zaman dahulu. Bahkan juga muncul hadis atau ayat palsu. “Namun kemurnian al-Quran maupun hadis ini terjaga, karena adanya perawi maupun mufassir yang kredibel,” ujarnya.

Wakil Ketua PWNU Jateng, H Yasir Alimi. menyambut baik kegiatan ini. “Selain mendapat ilmu, juga bisa saling silatirahmi,” katanya.

Ketua PCNU Kota Semarang Dr H Anasom mengatakan, sejauh ini pengurus NU di Kota Semarang banyak diisi anak muda, sehingga giat dalam bekerja. “Kami berharap, NU di Kota Semarang semakin baik dan maju,” tuturnya. (rls/ ros, adb, rid)

Comments