Fatayat NU Jawa Tengah Soroti Rendahnya Literasi Keuangan di Kalangan Perempuan

0
38
Wakil ketua PWNU Jawa Tengah Misbahatul Hidayati menyampaikan sambutan Harlah di Kudus

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah, menyoroti rendahnya literasi keuangan di kalangan perempuan yang berdampak pada maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).

Hal itu disampaikan wakil ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Misbahatul Hidayati dalam kegiatan Fatayat Bersholawat dan talkshow di Auditorium Lantai 5 UIN Sunan Kudus, Jumat (1/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Kudus dengan tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia.”

“Kita perlu meningkatkan literasi, terutama literasi keuangan. Banyak perempuan terjerat pinjol dan judi online karena kurang memahami risiko dan tergiur kemudahan,” ujar Misbahatul Hidayati.

ia menegaskan Fatayat NU perlu mengambil peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih bijak mengelola keuangan dan terhindar dari praktik ekonomi yang merugikan. Dalam konteks tersebut, Misbahatul juga mengingatkan bahwa Fatayat NU yang lahir pada 1950 telah memiliki visi besar dalam memperjuangkan kesejahteraan perempuan, meski di tengah keterbatasan pasca-kemerdekaan.

“Kalau dulu dalam kondisi sulit saja mereka tetap semangat berjuang, maka kita hari ini harus lebih maksimal dalam berkhidmah,” katanya.

Sejalan dengan itu, Misbahatul menegaskan konsep berdaya harus diwujudkan melalui penguatan kapasitas diri, peningkatan keterampilan, dan penguasaan ilmu, termasuk literasi keuangan sebagai bekal kemandirian ekonomi perempuan.

Ia juga menyinggung filosofi Gusjigang sebagai kearifan lokal masyarakat Kudus, yakni bagus akhlaknya, gemar mengaji, dan pandai berdagang. Nilai tersebut, kata dia, selaras dengan tema Harlah Fatayat tahun ini.

“Fatayat didorong menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi dan penguatan ketahanan keluarga.”tandasnya.

Di era digital, lanjutnya, Fatayat perlu memanfaatkan media sebagai sarana dakwah agar nilai-nilai Islam yang moderat dapat menjangkau masyarakat lebih luas hingga tingkat global.

“Fatayat harus mampu menyampaikan dakwah yang menyejukkan dan menjangkau dunia,”imbuhnya.

Untuk mendukung hal tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak agar program-program Fatayat dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata.

“Kita harus terus berkhidmah dan menebar kasih sayang agar Fatayat benar-benar berdaya, berdampak, dan mendunia,”imbuhnya.

Kegiatan Fatayat bershalawat dipimpin vocal Gambus Laila Majnun Hj. Zumrotus Sa’adah bersama hadrah Azzahra. Untuk Talk show hadir sebagai pembicara Nyai Umdah Baroroh dan istri Wagub Jateng Nyai Hj. Umdah Arofah.

Tidak kurang dari seribu kader Fatayat dari seluruh Pimpinan Ranting di Kudus mengikuti Fatayat Bershalawat penuh khidmat. (Yuliana/adb). 

Comments