Sosialisasi LPS, Fathan : Negara Harus Jamin Ekonomi Warganya

0
165
Peerta Sosialisasi menerima marchandise LPS

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Wakil ketua Komisi XI DPR RI Drs. H. Fathan Subchi mendorong supaya pemerintah mampu menjamin ekonomi warganya. Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menjaga stabilitas perbankan di Indonesia di Graha Muria, Colo, Dawe, Kudus (08/11/19).

Selain Fathan, hadir pula pada kesempatan itu Ketua Hubungan Antarlembaga dan Protokoler LPS Radityo Adi Nugroho, Praktisi Keuangan dan Pebisnis Muda Oky Agbas untuk menyampaikan materi sosialisasi.

Fathan mengatakan, sudah menjadi tugas bagi Komisi XI untuk melakukan pengawasan dan bermitra dengan lembaga keuangan negara seperti LPS, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sebagainya. Tujuannya tentu agar ekonomi rakyat terjamin secara merata.

“Di Komisi XI memang kita tekankan kepada para direktur lembaga-lembaga tersebut agar ekonomi rakyat diutamakan, sehingga ketika ada krisis ekonomi global sebisa mungkin rakyat Indonesia tidak terdampak,” katanya.

Menyambung apa yang dikatakan Fathan, Ketua Hubungan Antarlembaga dan Protokoler LPS Radityo Adi Nugroho juga menyampaikan tujuan dibentuknya LPS kepada warga peserta sosialisasi. Yakni, LPS didirikan untuk menjamin uang nasabah yang disimpan di bank supaya aman.

“Ketika Bank tersebut koleps, misalnya, LPS berupaya mengembalikan uang nasabah yang tersimpan di bank tersebut dengan prosedur dan ketentuan yang ada,” jelasnya.

Dengan begitu, kata Radit, masyarakat tidak perlu takut menyimpan uang di bank. Sampai saat ini LPS telah bermitra dan sekaligus menjamin lebih dari 3.000 bank yang ada di Indonesia.

“Termasuk Bank Century ketika bermasalah dulu, yang mengurusi pengembalian uang nasabahnya itu LPS,” sebutnya.

Sementara itu, Praktisi Keuangan dan Owner Gentong Sehat, Oky Agbas memaparkan tips-tips bagaimana mengelola keuangan secara baik. Menurutnya, dengan pengelolaan uang yang baik kehidupan sehari-hari pun akan lebih teratur.

“Kuncinya lakukan pemisahan kegunaan pada uang pendapatan, baik itu pribadi ataupun perusahaan. Lalu usahakan ada sebagian yang ditabung,” paparnya.

Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 14.00 – 16.30 WIB itu menghadirkan 200 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus. Masyarakat juga tampak antusias mendengarkan paparan materi dan berdialog interaktif dengan pemateri.

Ada enam orang peserta yang mendapat marchendise dari LPS sebagai hadiah atas keaktifan bertanya dan berdialog pada saat sosialisasi berlangsung. (rid/ros)

Comments