Terkait Kontroversi Aplikasi Game Sosok Nabi Muhammad, Ini Kata PBNU

0
411
H. Robikin Emhas, Ketua Harian Tanfidziyah PBNU

JAKARTA, Suaranahdliyin.com – Kontoversi aplikasi game sosok Nabi Muhammad, oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kemunculan game itu, masyarakat diminta tidak gaduh dan percayakan penanganannya kepada Polri.

Demikian disampaikan Ketua Harian Tanfidziyah PBNU, H. Robikin Emhas kepada awak media melalui siaran pers, Selasa (12/11/2019). ‘’Masyarakat jangan ada yang terpancing. Kita tunggu polisi mengungkap apa latar belakang, motif dan tujuan pembuatan game itu, termasuk kemungkinan adanya pihak tertentu di balik layar,’’ tegasnya.

Dia mengatakan, para ulama telah mengambil ijma’ sukuti tentang larangan melukis Nabi dan Rasul. Itu dimaksudkan agar tidak terjadi penyalahgunaan agama untuk maksud dan tujuan yang bertentangan dengan tujuan agama itu sendiri. ‘’Selain itu, supaya kemurnian ajaran Islam, baik dari segi akidah, syariat maupun akhlak terjaga dengan baik,’’ paparnya.

Dikatakannya, visualiasi dalam bentuk lukisan, patung, rekaan foto, animasi, karikatur atau media lain apa pun mengenai sosok Nabi, tidak akan sanggup “memotret” sosok Nabi Muhammad, bahkan dengan teknologi terkini yang paling canggih sekali pun.

‘’Hindari mempersepsi sosok Nabi Muhammad dengan persepsi yang keliru. Antara lain dengan cara tidak memvisualisasi sosok Baginda Nabi Muhammad dalam bentuk dan melalui media apa pun,’’ pesannya.

Robikin Emhas pun mengajak kepada umat, untuk mengekspresikan rasa cinta kepada Nabi Muhammad, dengan melaksanakan ajaran Islam secara baik dan benar, baik dari aspek teologis, spiritual maupun humanistiknya, baik dari aspek akidah, syariah maupun akhlak (tasawuf). (rls/ ros, adb, rid)

Comments