‘’Merayu’’ Tuhan

0
436

Oleh: Muhammad Syakuri

Berbagai ikhtiar dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), baik dhahir maupun bathin, sudah diupayakan.

Ketika ujian ini masih dianggap belum selesai juga, maka perlu kiranya kita “Merayu’’ Tuhan, untuk mengambil kembali wabah ini, karena ujian telah kita hadapi bersama. Dan berbagai upaya telah kita lakukan, demi menghadapi “ujian” tersebut.

Laa yukallifu Allaahu nafsan, illaa wus’aha“.

Bagaimana jika kita mencoba untuk “merayu’’ Tuhan? Tentu saja, upaya ini dilakukan menurut agama masing-masing. Sebab, Virus Corona adalah wabah global, yang dihadapi banyak warga negara di dunia, dengan latar belakang agama beragam pula.

Dalam Islam, khususnya Nahdlatul Ulama (NU), gerakan “Merayu’’ Tuhan lazim dilakukan dengan jurus jitunya, yakni menggelar istighasah atau do’a bersama, yang biasanya dilakukan secara berjama’ah.

Akan tetapi, menghadapi Virus Corona (Covid-19) ini, gerakan ‘’merayu’’ Tuhan tidak memungkinkan dilakukan dengan mengumpulkan massa dalam jumlah besar.

Maka jika di Inggris, baru-baru ini, melakukan gerakan tepuk tangan serentak di Negara Inggris pada jam yang sama, yang ditujukan untuk tenaga medis yang menangani Virus Corona (Covid-19) di Negara tersebut, maka aktivis GP Ansor, bahkan NU, bisa dengan membaca do’a atau semacamnya dari rumah masing-masing secara serentak.

Tujuannya, adalah untuk “mengguncang arasy“, sebagai ikhtiar memohon kepada Allah, agar wabah Virus Corona (Covid-19) ini segera berakhir. Wallahu a’lam.

Muhammad Syakuri,

Penulis adalah Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP. Ansor Kecamatan Jekulo periode 2006-2008.

Comments