Menentukan Bunyi dalam Seni Pertunjukan

0
202
Obrolan santai Tapangeli jilid XII, Sabtu (1/8/2020) malam

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Bunyi adalah salah satu hal paling mendasar dalam sebuah pementasan, utamanya teater. Adanya bunyi membantu penonton untuk lebih mudah memahami maksud dari lakon yang sedang dipentaskan. Termasuk pula ekspresi serta suasana yang sedang dibangun oleh aktor di panggung.

Pembahasan itu mengemuka dalam acara Tapangeli Edisi ke-12 di Sekretariat Kanalextra Piji Wetan, Desa Lau, Dawe, Kudus, Sabtu (01/08/2020). Menghadirkan pelatih Teater Bobot SMP N 1 Kudus, Eko Purnomo, acara ini dipandu langsung oleh sastrawan muda, Rhy Husaini.

Menurut Eko, definisi bunyi kaitanyya dengan seni pertunjukan adalah perpaduan antara keheningan dan nada serta irama yang disesuaikan untuk menyampaikan pesan tertentu kepada penonton. Tujuannya agar penonton bisa menikmati pertunjukan secara khidmat dan nyaman.

“Makanya, dalam teater hening itu juga termasuk bunyi. Karena ada saat-saat tertentu yang mengharuskan kita untuk melakukan itu,” ujar Eko.

Untuk menghasilkan bunyi yang padu, seorang sutradara bersama penata musik harus memiliki kesamaan persepsi. Utamanya mengenai latar waktu, tempat, suasana dan latarbelakang lakon. Misalnya, kita tidak mungkin memberikan musik Sunda untuk sebuah lakon atau aktor yang memiliki latarbelakang Jawa.

“Itu penting dipahami oleh semua pegiat seni pertunjukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, peraih penghargaan penata musik terbaik Festival Teater Djarum dua kali berturut-turut ini juga membeberkan beberapa tips dalam meramu bunyi dalam sebuah pertunjukan. Di antaranya, melakukan riset naskah beserta latarbelakang lakon didalamnya, memilih instrumen musik yang sesuai, menentukan waktu yang tepat untuk keluar masuknya nada serta irama.

“Itu semua harus didasari dengan intuisi yang kuat dan menjiwai,” katanya. (rls/rid)

Comments