Melihat Kemeriahan Festival Takbir Keliling di Desa Banyuputih  

0
794
Salah satu penampilan peserta festival

JEPARA, suaranahdliyin.com – Kirab patung raksasa dengan berbagai bentuk hewan, masjid dan Kakbah mewarnai festival takbir keliling di Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara pada Rabu (28/06/2023).

Festival takbir keliling, yang digelar untuk menyambut malam Iduladha 1444 H/ 2023 M oleh PR IPNU – IPPNU Desa Banyuputih pada Rabu (28/6/2023) malam, disambut antusias masyarakat. Peserta takbir pun membawa beragam perlengkapan yang membuat masyarakat kesemsem, seperti adanya obor unik, patung raksasa berbentuk hewan, hingga replika Kakbah.

Fatkur Rohman Wahib, ketua panitia, menjelaskan, tahun ini rute yang dilewati adalah jalan raya semua dan dikasih tambahan performance perwakilan setiap RW dengan durasi maksimal tujuh menit.

“Tahun sebelumnya rute yang dilewati hanya gang-gang Desa Banyuputih dan tidak ada performance,” ujar Fatkur Rohman Wahib ditemui di sela acara yang dimulai sekira pukul 18.30 WIB mulai dari Masjid Baiturrahman sampai selatan Lapangan Banyuputih.

Di antara yang menarik perhatian warga, selain lain patung raksasa, juga kostum yang dikenakan oleh para peserta cukup membuat yang melihatnya senyum dan tertawa. Seperti mengenakan kostum tokoh Walisongo, Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan RA Kartini. Namun, ada juga yang mengenakan kostum layakny “tuyul”.

Terdapat pertujukkan alat musik dengan diiringi sound sistem yang menggemakan takbir disepanjang jalan mulai dari awal start sampai finish yang menambah kemeriahan festival takbir keliling Desa Banyuputih.

Warga antusias mengikuti festival takbir keliling

“Melalui festival takbir keliling ini, IPNU-IPPNU hendak mengenalkan organisasi pelajar ini kepada kalangan luas di satu sisi, dan mengajak generasi muda Desa Banyuputih agar melakukan hal-hal yang positif,” terang Fatkur Rohman Wahib dalam acara yang dipandu Joko Prakoso dan dihadiri perwakilan dari Polsek Kalinyamatan. (Siti Maftukhah, mahasiswa PPL Prodi Komunikasi dan Penyiarah Islam IAIN Kudus)

Comments