Kesadaran Tradisi Adanya Literasi Digital

0
1939

Oleh Dina Lorenza

Pada zaman sekarang ini tidak dapat dipungkiri bahwa, teknologi menjadi canggih dan tradisi di Indonesia menjadi tidak terarah. Perkembangan teknologi adalah faktor terpenting yang menimbulkan masalah besar bagi peradaban sekarang ini. Walaupun banyak orang yang terbantu dengan berkembangnya teknologi, tapi tidak disadari bahwa nilai-nilai moral dan kehidupan tidak ada didalamnya. Sebagai bahan acuan, banyak permainan anak yang membawa dampak negatif bagi mereka dan justru merusak moral anak.

Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai keanekaragaman agama, budaya, bahasa, suku, ras, adat istiadat, dan sebagainya. Semua itu, merupakan jati diri bangsa Indonesia. Namun, dewasa ini gejala dekulturisasi atau pemudaran budaya lokal dalam berbagai bentuk semakin mengkhawatirkan. Hal itu dibuktikan dengan semakin maraknya mc, donalisasi, dan westernisasi.

Menuju satu abad Nahdlatul Ulama ini kita sebagai generasi milineal harus mampu melestarikan tradisi para ulama agar tradisi yang sudah dibangun tidak hilang begitu saja dengan zaman modern ini kita harus mampu membawa dan melestarikan tradisi dengan mengikuti perkembangan zaman ini. Adanya Literasi digital ini sangat penting bagi generasi muda termasuk kalangan mahasiswa yang lahir pasca tahun 2000 an agar menggunakan teknologi informasi yang semakin canggih untuk syiar aswaja termasuk mengisi media sosial dengan konten – konten ke NU-an apalagi bagi masyarakat sudah metropolis tentu butuh sentuhan khusus untuk membumikan aswaja di kalangan generasi muda. Karena literasi internet di Indonesia sebanyak 77,2 %. dan Semakin tinggi pendidikan semakin anak muda terkoneksi dengan internet. Manfaat dan Contoh Literasi Digital adalah Menambah keterampilan baru lebih mudah, efektif, dan hemat biaya. Contohnya mencari
percobaan sains dengan melihat tutorial di internet. Dapat menghemat pemakaian kertas melalui gawai. Contohnya membaca buku elektronik untuk menghemat kertas dan lingkungan. Mudah mendapatkan informasi terkini dan dibagikan dengan cepat. Contohnya membaca informasi seputar kondisi lalu lintas terkini, memakai aplikasi. Belajar bahasa dan menulis lebih efisien. Contohnya mencari kata tertentu lewat aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bisa memilih keputusan lebih cepat dan tepat. Contohnya membandingkan harga produk melalui website. Dapat menghemat biaya anggaran belanja dan keuangan. Contohnya anda bisa mengikuti keuangan dan membeli barang ketika diskon di toko online. Referensi dan sumber belajar bisad icari melalui internet. Lebih mudah dan praktis asal terhubung dengan internet. Bisa memperluasa jaringan pertemanan. Contohnya pemakaian media sosial bisa menambah teman baru sampai lintasn egara. Media sosial memudahkan komunikasi tanpa terbatas oleh waktu.

Social Networking Media sosial bisa menjadi sumber informasi, namun perlu kecermatan dalam menyaring informasi yang beredar. Kemampuan memanfaatkan fitur di media sosial menjadi salah satu hal penting yang mesti dimiliki. Transliteracy Memanfaatkan berbagai platform untuk menggubah konten. Komponen ini mengutamakan kemampuan komunikasi dengan media sosial. Maintainng Privacy Cyber crime menjadi salah satu jenis kejahatan di dunia internet yang mesti dipahami, khususnya agar data-data pribadi tetap terlindungi Managing Digital Identity Bagaimana seorang pengguna internet menggunakan indentitas secara tepat. Creating Content Kemampuan pengguna platfrom dalam membuat konten di internet. Organising and Sharing Content Berkaitan dalam hal mengatur dan membagikan konten informasi agar lebih mudah disebarkan ke publik. Reusing Mengutamakan bagaiman penggguna platform dapat membuat dan mengolah kembali konten yang ada agar dapat dipergunakan kembali sesuai kebutuhan. Filtering and Selecting Content Kemampuan mencari dan menyaring informasi di dunia internet. Self Broadcasting Bagaimana seseorang dapat membagikan ide atau gagasannya melalui berbagai platform dengan tepat dan aman. Manfaat dan Contoh Literasi Digital Menambah keterampilan baru lebih mudah, efektif, dan hemat biaya. Contohnya mencari percobaan sains dengan melihat tutorial di internet. Dapat menghemat pemakaian kertas melalui gawai. Contohnya membaca buku
elektronik untuk menghemat kertas dan lingkungan. Mudah mendapatkan informasi terkini dan dibagikan dengan cepat. Contohnya membaca informasi seputar kondisi lalu lintas terkini, memakai aplikasi. Belajar bahasa dan menulis lebih efisien. Contohnya mencari kata tertentu lewat aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bisa memilih keputusan lebih cepat dan tepat. Contohnya membandingkan harga produk melalui website. Dapat menghemat biaya anggaran belanja dan keuangan. Contohnya anda bisa mengikuti keuangan dan membeli barang ketika diskon di toko online. Referensi dan sumber belajar bisa dicari melalui internet. Lebih mudah dan praktis asal terhubung dengan internet. Bisa memperluas jaringan pertemanan. Contohnya pemakaian media sosial bisa menambah teman baru sampai lintas negara. Media sosial memudahkan komunikasi tanpa terbatas oleh waktu. Literasi Digital Indonesia Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) selama periode Agustus 2018-Agustus 2021 ada 8.878 temuan isu hoaks. Selain itu, literasi digital memainkan peran penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital nasional. Namun, masih ada pekerjaan rumah
untuk mendorong daya saing digital dan menyiapkan masyarakat dalam menghadapi transformasi digital. Berdasarkan data Digital Competitiveness Index 2020 misalnya, posisi Indonesia masih berada di urutan 56 dari 63 negara. Sementara dalam Indeks Internet Inklusif 2021 pada kategori readiness yang terkait kapasitas mengakses internet, termasuk keterampilan, penerimaan budaya, dan kebijakan pendukung, Indonesia berada di peringkat 74 dari 120 negara. Literasi sudah menjadi bagian dari kehidupan dan perkembangan manusia, dari zaman pra sejarah hingga era digital seperti sekarang ini. Perkembangan penggunaan teknologi, informasi, dan komunikasi dunia digital telah memberikan berbagai dampak dalam kehidupan manusia sehari-hari. Perkembangan internet merupakan perwujudan literasi digital, yakni penggunaan perangkat teknologi, informasi dan komunikasi dalam mengakses, mengaryakan, hingga mendistribusikan
informasi.

Zaman semakin dinamis mengakibatkan masuknya budaya asing yang semakin mengancam kearifan budaya di Indonesia terkhusus di tanah jawa . Terlebih lagi kesadaran untuk melestarikan budaya dan tradisi semakin minim di kalangan anak muda. Keresahan ini membuat saya tak mau berdiam diri. Saya menyadari bahwa harus ada seseorang yang berani melakukan aksi. Kesadaran itupun banyak membawa saya ke kegiatan kebudayaan dan ikut menelisik tradisi lewat literasi.

Sebagai seorang mahasiswa, kontribusi untuk ikut melestarikan kearifan lokal masih sangat terbatas. Kewajiban belajar banyak mata pelajaran di kampus masih jadi tanggung jawab yang harus dibeban. Saya bukanlah mahasiswa yang sangat condong dalam bidang akademik. Hal ini berbanding lurus dengan fakta bahwa saya tidak termasuk kedalam tiga besar peringkat di kelas karena Setiap orang punya kemampuan dan bakat yang berbeda-beda tergantung dari minat mereka masing-masing. Saya sendiri minatnya di aspek bahasa dan sastra. Jadi kita tidak bisa mengatakan seseorang tidak cerdas karena tidak mempunyai kemampuan di bidang tertentu.

Banyak dari teman saya yang lebih terkenal dibandingnya karena kemampuan mereka memahami semua mata pelajaran dan berbagai prestasi yang diraihnya. Melihat diri saya tak sanggup untuk menjadi seperti orang lain dengan kepintaran yang mereka punya, saya pun mencoba mengenali diri sendiri. Sadar saya punya kecintaan terhadap kearifan lokal suku jawa, saya mulai menggali lebih dalam tentang adat dan budaya di daerahnya. Segala daya dan upaya yang bisa saya lakukan bukan tanpa alasan,saya melakukannya demi tujuan untuk mencegah hilangnya harta karun terbesar yaitu berupa kebudayaan dan adat istiadat yang mati-matian diwariskan oleh generasi terdahulu kita. “Dunia selalu punya dua sisi yang saling berlawanan arah”, mungkin itulah kalimat yang coco k untuk menggambarkan kondisi lingkungan yang dialami saya saat ini.

Meski saya banyak mendapat dukungan positif dari berbagai pihak seperti keluarga, sahabat, dan tentunya kampus, saya menolak untuk menutup mata. Globalisasi yang sangat cepat dan kurangnya kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya, membuat beberapa orang segenerasi saya kehilangan kepedulian terhadap kearifan lokal dan akhirnya mereka hanya menjadi korban dari dampak negatif perkembangan teknologi.

Kini saya berada di dua posisi, seorang pelajar yang peduli terhadap kearifan lokal dan seorang pelajar yang ikut terancam perkembangan zaman. Karena tekad yang ia bangun sudah bulat, saya kemudian mengabdikan diri sebagai pelajar yang peduli dan ikut serta dalam melestarikan kearifan lokal.

Berabad-abad silam, budaya diwariskan melalui karya benda dan non benda. Sekarang, kebudayaan bisa kita rangkum dan rekam dalam goresan pena dan pada kenyataannya buku kemudian menjadi sumber peradaban. Ketertarikannya pada sastra dan bahasa juga turut andil kepada Khairul untuk menemukan jalan. Pada akhirnya, ia jatuh pada satu kesimpulan bahwa jalan pertama yang harus dilaluinya adalah mencari jejak budaya dan tradisi melalui literasi. Bagi saya, literasi itu sangat penting karena literasi mendorong untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, membuka wawasan yang lebih luas sehingga dapat membantu untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, juga melatih kepekaan dan rasa.

Untuk menggali lebih dalam tentang kebudayaan di tanah jawa , buku demi buku dilahap oleh saya. Kegiatan Kebudayaan berupa sosialisasi dan diskusi dengan para pemerhati budaya juga selalu saya hadiri. Inisiatif pemerintah untuk mengadakan kegiatan bertema kebudayaan tak selalu ia sia-siakan, demi ikut berperan dalam pelestarian dan pengenalan kebudayaan suku jawa tanpa mengharap imbalan atau atensi sedikitpun.

Salah satu pengorbanan yang cukup melelahkan bagi saya ialah harus mencari buku-buku tua yang sudah lama terbit ditambah dengan sangat sedikitnya tempat-tempat yang memfasilitasi kegiatan literasi di daerah saya. Perpustakaan misalnya, bayangkan saya harus menempuh jarak sejauh sepuluh kilometer hanya untuk bisa duduk dengan tenang di perpustakaan paling dekat dari rumah. Namun, saat ini saya sudah punya alternatif pilihan untuk bisa membaca buku tanpa harus pergi jauh, karena Perpustakaan Nasional sudah bisa kita kunjungi melalui internet dan banyak buku yang bisa kita akses dalam bentuk digital.

Kepeduliannya terhadap kearifan lokal masyarakat jawa membawa saya menjadi orang yang sangat berwawasan, meraih banyak prestasi, dan juga bermanfaat bagi sekitarnya. Tak berhenti sampai disini, saya masih tetap pada pendiriannya yaitu tetap peduli dan selalu ikut melestarikan kebudayaan tempat saya lahir, yaitu tanah jawa . Tak lupa, tekad saya untuk menularkan semangat yang sama kepada orang lain mesih tetap menggebu-gebu, karena idealismenya adalah semakin ia banyak tahu tentang sesuatu semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menyebarkannya kepada orang lain.(*)

Dina Lorenza

Penulis bertempat tanggal lahir Boyolali, 11 juli 2003. Ia pernah menempuh pendidikan di MIM Watugede, MTs Nurul Hidayah, MA Al-Azhar Andong Boyolali. Dan pernah menyantri di Nurul Hidayah Boyolali, sekarang penulis merupakan mahasiswa aktif di Universitas Wahid Hasyim Semarang, Fakultas Agama Islam ragam studi Agama Islam. Selama sebagai mahasiswa, ia aktif diberbagai kegiatan kampus seperti LPM MENTENG ( Lembaga Pres Mahasiswa), dan Pegiat Muda Aswaja, karena baginya kegiatan yang ada didalamnya dapat mengembangkan hobinya yaitu menulis , dan mengisi waktu luang untuk membuat karya tulisan. Ia juga aktif sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII). Menurutnya menjadi kader pergerakan merupakan salah satu alternatif dalam mengupgrade diri di ranah soft skill dan hard skill serta dalam mengembangkan kapasitas diri agar kelak mampu terjun di sosial masyarakat.

Jejak penulis dapat di temukan di
Email : dlorenza644@gmail.com
Instagram : dina_lorenza_11
WhatsApp : 082323477601

Catatan:
Artikel ini dipublikasikan untuk kepentingan lomba, sehingga tidak dilakukan proses editing oleh pihak redaksi.

 

 

Comments