Kapolres Wonosobo: Ke Dieng Pakai Saja Jalur Utama

0
246

WONOSOBO, Suaranahdliyin.com – Kasus mobil wisatawan tujuan Dieng salah jalur karena mengikuti aplikasi peta di ponsel, tidak hanya sekali terjadi. Jelang libur tahun baru ini, sudah belasan kendaraan yang nyasar karena menggunakan aplikasi tersebut saat hendak ke Dieng, Wonosobo. Penyebabnya, aplikasi peta tersebut, di titik tanjakan 15 persen, masih tertera tanda larangan lewat.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras S.I.K. melalui Kapolsek Kejajar, AKP Sukirman SH. mengatakan, pada Ahad (31/12/2017), pihaknya telah menerima belasan laporan wisatawan luar kota tersesat saat akan ke Dieng.

“Mereka rata-rata menggunakan aplikasi GPS maupun google maps. Jalur yang mereka lewati yaitu melalui wilayah Watumalang dan Garung yang mana bukan merupakan jalur utama,” katanya melalui rilis yang dikirim Stevi, salah satu tokoh warga di Kabupaten Wonosobo.

Dia mengemukakan, benar jalur tersebut diproyeksikan sebagai alternatif menuju Dieng, namun hingga kini akses jalan ke Dieng melalui jalur itu masih sangat sulit. Misalnya jalur yang melewati Garung, Mlandi, Sirangkel kemudian Dieng. ‘’Banyak tanjakan terjal dan medan jalan sulit. Hanya kendaraan berpenggerak 4 roda yang mampu lewat,” jelas AKP Sukirman.

Terkait tanda larangan lewat di titik tanjakan 15 persen yang tertera di peta, Kapolsek Kejajar menjelaskan, itu dimungkinkan karena keterlambatan update dari penyedia layanan peta tersebut. “Awal bulan kemarin, titik tersebut sempat ditutup total selama dua pekan, namun kini sudah dibuka kembali,” terangnya.

AKP Sukirman pun mengimbau, agar wisatawan yang hendak menuju Dieng tidak menggunakan aplikasi peta di ponsel, melainkan lewat jalur utama saja. (stev/ ros)

Comments