Habib Umar Ulas Mengapa Al-Quran Tak Banyak Menceritakan Ketampanan Rasulullah

0
615
Para tokoh dan tamu kehormatan di Maulid Akbar Kanzus Sholawat Pekalongan

PEKALONGAN, Suaranahdliyin.com – Puncak Maulid Akbar Kanzus Sholawat Kota Pekalongan, digelar Ahad (01/12/19). Ratusan ribu jamaah dari berbagai kota di Indonesia, bahkan nampak pula para tokoh dari luar negeri, hadir dalam kesempatan ini.

Nampak antara lain Syaikh Adnan Al-Afyouni (Mufti Syiria), H. Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), H. Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jawa Tengah) bersama para pejabat pemerintah Kota Pekalongan.

Habib Umar Al-Muthahhar Semarang, pada kesempatan itu didaulat untuk menyampaikan tausiyah. Di depan para jamaah yang hadir, dia antara lain mengulas alasan mengapa al-Quran tidak banyak diceritakan ketampanan Rasulullah.

Begitu juga dalam kitab-kitab sejarah, Rasulullah lebih banyak diceritakan perihal akhlaknya ketimbang keelokan fisiknya. “Alasannya, sebab akhlak bisa ditiru sedangkan paras fisik tidak bisa ditiru. Maka mari kita tiru yang sudah kita ketahui dari Rasulullah,” pesannya.

Alasan kedua, lanjutnya menambahkan, lantaran paras fisik ataupun wajah sifatnya tidak kekal dikenang. Sedangkan akhlak bisa selamanya dikenang, diceritakan, dan diteladani. “Wajah ada masa berlakunya. Hari ini tampan, 20 tahun lagi belum tentu. Kalau akhlak, bisa kekal dikenang dan mudah dicontoh,” ungkapnya.

Maka Habib Umar pun mengajak kepada para jamaah agar tekun mengaji dan mempelajari akhlak Rasulullah dan para pewarisnya. “Caranya, pilihlah guru yang baik. Tanda guru itu baik memiliki sanad yang sambung hingga Rasulullah,” terang Habib Umar.

Kalau dibuat garis besar, terangnya, apa yang perlu dicontoh dari Rasulullah ada dua hal. Yakni membereskan urusan dengan Allah dan membereskan urusan dengan sesamanya. “Dua hal itu Rasulullah beres semua. Kepada Allah beres, kepada sesama manusia juga beres. Dan yang paling utama harus kita tiru, jangan memandang rendah kepada orang lain,” tuturnya.

Jamaah memadati area digelarnya Maulid Akbar Kanzus Sholawat Pekalongan

Sampai setiap orang yang ketemu Nabi Muhammad itu merasa bahwa dia lah orang yang paling dicintai Nabi. Menurut Habib Umar, demikian itu karena Nabi selalu memberi cinta yang sama kepada setiap orang. ‘’Kepada yang kaya cinta. Kepada yang miskin juga cinta. Kepada siapapun cinta, sehingga setiap yang pernah bertemu Nabi, merasa sangat penuh dengan cinta,” katanya. (rid, gie, luh, adb/ ros)

Comments