Ansor Lau Agendakan Ngaji Dialogis Seputar Qurban dan Aqiqah

0
123
Rijalul Ansor dan Rapat Anggota PR GP Ansor Lau, Selasa (02/07/19).

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Lau merancang agenda ngaji dialogis seputar qurban dan aqiqah. Hal itu mengemuka dalam acara rutinan Rijalul Ansor dan rapat anggota di rumah Sahabat M. Fatihul Albab Rt 05 Rw 04 Lau, Dawe, Kudus, Selasa (02/07/19) malam.

Ketua PR GP Ansor Lau, Agus Manshuruddin mengatakan acara ngaji dialogis tersebut rencananya bakal digelar di Masjid Jami’ Al-Muammar Dukuh Dimoro Lau pada akhir Juli 2019. Bertindak sebagai pemateri nantinya akan diundang Rais Syuriyah NU Lau K. Bushiri dan satu tokoh lain yang aktif di bidang batsul masail fiqhiyah.

“Acara itu nantinya juga melibatkan takmir dan remaja masjid serta warga sekitar sebagai bentuk menghidupkan syiar Islam,” kata Agus.

Konsep acara, imbuh Agus, akan dibuat sederhana dengan tidak banyak runtutan acara. Hal itu supaya masyarakat lebih bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk tanya jawab seputar qurban, aqiqah maupun persoalan fikih lainnya.

“Kita usahakan acara tersebut seolah-olah memang forumnya masyarakat, bukan eksklusif acaranya Ansor,” jelas dia.

Mengenai target, Ia menginginkan supaya masyarakat memahami dasar dan hukum dari ibadah yang mereka lakukan selama ini, khususnya tentang qurban dan aqiqah. Selain itu, forum ini tentu saja menjadi sarana untuk memperkokoh akidah dan ubudiyah masyarakat agar tetap dalam halauan Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah.

“Ini penting sekali untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai ubudiyah yabg sesuai dengan tuntutan Aswaja ala Nahdlatul Ulama,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Rijalul Ansor Lau, Zainal Arifin, menambahkan supaya kegiatan ngaji dialogis tersebut bisa rutin dilaksanakan. Baik itu triwulan atau per beberapa bulan sekali di masjid-masjid yang ada di Desa Lau.

“Bagaimana pun juga masyarakat kita memang perlu dibuatkan pengajian dialogis seperti itu agar memahami etika dan hukum agama yang baik dan benar,” ujarnya.

Zainal menilai pengajian semacam itu sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pengurus Ansor maupun NU di setiap ranting. Soal teknis baru bisa bekerja sama dengan pengurus di tingkatan anak cabang atau bahkan cabang.

“Tetapi sebagai ujung tombak, pengurus ranting tentu memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena jarak serta keterlibatan yang dekat dengan masyarakat,” tambahnya. (rid/ros)

Comments