Harlah ke-76 Fatayat NU
Seminar Kesehatan, Kepala Dinkes Kudus Soroti Fenomena “Ibu Glowing, Anak Stunting”

0
49
Kepala Dinkes Kudus H. Abdul Hakam menjadi pembicara seminar kesehatan PC Fatayat nU Kudus

KUDUS,Suaranahdliyin.com Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 sekaligus seminar bertema “Kesehatan Perempuan Penentu Generasi Emas 2045” di Taman Krida GOR Kudus, Jumat (24/4/2026). Pada seminar menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus H. Abdul Hakam.

Dalam paparannya Abdul Hakam menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga sebagai fondasi utama mencetak generasi berkualitas. Ia menyoroti fenomena “ibu glowing, anak stunting” yang kini marak terjadi.

Menurut Abdul Hakam yang hadir mewakili Wakil Bupati Kudus Belinda Sabrina Putri Birton, kondisi ini dipengaruhi oleh kesibukan ibu, kurangnya pemahaman tentang gizi, serta pola asuh yang belum optimal.

“Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kualitas pengasuhan dan pemenuhan gizi anak harus menjadi prioritas utama dalam keluarga,” tegas Wakil Ketua PCNU Kudus tersebut.

Ia menegaskan kesehatan perempuan dan anak menjadi aspek krusial dalam menyongsong Generasi Emas 2045, di mana sekitar 70 persen penduduk Indonesia diproyeksikan berada pada usia produktif.

“Dalam konteks itu, perempuan memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang melahirkan dan membesarkan generasi penerus bangsa.”tandasnya.

Abdul Hakam mengatakan kesehatan perempuan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Perempuan yang sehat dan berdaya akan melahirkan generasi unggul dan produktif.

“Oleh karena itu, upaya peningkatan kesehatan reproduksi, penurunan angka kematian ibu (AKI), pencegahan stunting, serta penerapan gaya hidup sehat menjadi fokus penting ke depan.”tandasnya.

“Pada setiap momentum bonus demografi, perempuan memiliki kontribusi besar. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berperan aktif sebagai penggerak pembangunan,”sambung dia.

Ia juga menegaskan pentingnya peran organisasi perempuan, termasuk Fatayat NU, dalam melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait kesehatan perempuan.

“Ke depan, Fatayat diharapkan semakin aktif dalam memberikan literasi kesehatan, memperkuat kesadaran gizi keluarga, serta mendorong pola asuh yang berkualitas.”harap Hakam.

Pengisi program Dakwah SASET Ramadan menerima penghargaan dari PC Fatayat Kudus

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kudus, Hj. Farida, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema Harlah ke-76, yaitu berdaya, berdampak, dan mendunia, harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan seminar ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam melahirkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Anak Cabang se-Kabupaten Kudus, pengurus cabang, pembina, dewan kehormatan Fatayat, dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai puncak peringatan Harlah dan penyerahan penghargaan kepada 30 pengurus yang menjadi narasumber program dakwah Ramadan “SASET” di sebuah stasiun Radio FM di Kudus.(Yuliana/adb)

Comments