Awali Rangkaian Harlah, Fatayat NU Kudus Ziarahi Makam Muassis – Tokoh NU

0
44
Aktivis Fatayat NU Kudus sedang ziarah makam Ulama NU KH. Sya’roni Ahmadi

KUDUS,Suaranahdliyin.com – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus menggelar ziarah muassis dan tokoh pendiri NU di Kudus, Jumat (24/4/2026) Kegiatan ini sebagai bagian mengawali rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU.

Ziarah yang diikuti pengurus cabang serta perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Kudus.dilakukan ke sejumlah makam tokoh, di antaranya Sunan Kudus, KHR Asnawi, KH M Arwani, dan KH Sya’roni Ahmadi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan khotmil Al-Qur’an, pembacaan manaqib, dan doa bersama di Gedung NU Kabupaten Kudus pada sore hari.

Ketua panitia pengarah (SC) peringatan harlah, Umi Kuliyah, menyampaikan bahwa momentum Harlah ke-76 menjadi refleksi perjalanan panjang Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda yang terus berkembang.

“Momentum Hari Lahir ke-76 Fatayat NU menjadi refleksi penting atas perjalanan panjang gerakan perempuan muda NU dari langkah-langkah sunyi menuju kekuatan peradaban yang berdampak luas hingga tingkat global,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama lebih dari tujuh dekade Fatayat NU telah berperan sebagai garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan, penguatan nilai keislaman moderat, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Di usia yang ke-76 ini, semoga Fatayat NU terus istiqamah dalam mengambil peran perjuangan, memperluas peran strategis perempuan, serta menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berkeadaban,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Umi mengajak seluruh kader untuk terus melanjutkan perjuangan organisasi dengan semangat kebersamaan dan dedikasi.

“Mari bersama melanjutkan langkah perjuangan dengan semangat kebersamaan, ketangguhan, dan dedikasi untuk generasi penerus Indonesia yang berkualitas,” tegasnya.

Dalam rangkaian peringatan Harlah ke-76 ini, PC Fatayat NU Kudus menyelenggarakan sejumlah kegiatan, meliputi ziarah muassis dan khotmil Al-Qur’an, tasyakuran dan seminar kesehatan perempuan, Fatayat bersholawat dan talkshow, serta seminar advokasi.

Secara nasional, Harlah ke-76 Fatayat NU mengusung semangat “Berdaya, Berdampak, Mendunia” sebagai arah gerakan pemberdayaan perempuan ke depan.(yuliana/adb)

Comments