Semarak Harlah ke-76 Fatayat NU di Boyolali, Dari Khotmil Qur’an, Seminar dan Lomba Digital

0
34
Pengobatan gratis dalam rangka harlah ke76 Fatayat NU di Boyolali

BOYOLALI,Suaranahdliyin.com – Peringatan Hari lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU di Boyolali berlangsung penuh semarak. Berbagai rangkaian kegiatan yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Boyolali mulai khotmil Qur’an dan ziarah masyayikh, latihan pemulasaran jenazah, seminar kesehatan reproduksi perempuan, berinovasi pojok literasi, pemeriksaan kesehatan gratis, kenduri nusantara dan berbagai perlombaan.

Dalam perlombaan berupa lomba dakwah digital dengan desain flayer media canva, lomba duta Fatayat NU, paduan suara menyanyikan mars Fatayat dan Syubbanul Wathon, dan senam gesit secara online. Rangkaian kegiatan Harlah yang dimulai sejak tanggal 24 April ini, pincak harlah di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Qurok Jalan raya Karanggede-Gemolong Km 07, Dukuh Jeglong, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Ahad (3/6/2026).

Dalam sambutannya, ketua Fatayat NU Boyolali Binti Mahmudah, menyampaikan pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan tim kesehatan RSPA Boyolali dan Puskesmas Klego 2 dan instansi/lembaga lainnya. “Hal ini dilakukani untuk menyelaraskan program-program Fatayat.” ujarnya.

Binti Mahmudah mengajak anggota supaya bangga sebagai kader fatayat NU kabupaten Boyolali. Sebagaimaba tema harlah, kader fatayat harus berdaya, berdampak, mendunia.

“Peran kader Fatayat harus memberikan aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.”tandasnya.

Sesuai rencana puncak acara Wakil Bupati Boyolali ibu Dwi Fajar Nirwana, namun karena berhalangan hadir diwakilkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boyolali Bambang Sutanto

Peserta lomba paduan suara mars Fatayat NU Boyolali

Kepala Badan Kesbangpol Boyolali Bambang Sutanto hang hadir mewakili wakil bupati Boyolali menyampaikan momentum Harlah ke-76 mampu membawa Fatayat NU semakin kokoh dalam berkiprah. Fatayat harus dapat menyesuaikan tantangan zaman.

“Fatayat harus memiliki kapasitas, kemandirian dan kepercayaan diri yang tinggi. Utamanya secara terus menerus memberikan kontribusi kepada masyarakat yang positif,”ujarnya.

Bambang juga menyampaikan pesan agar Fatayat tidak boleh meninggalkan nilai-nilai ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an. Untuk mewujudkannya, kata dia, Fatayat harus terus belajar berinovasi dan berkontribusi.

“Jadilah perempuan dalam iman, unggul dalam ilmu, mulia dalam akhlak. Tidak hanya untuk keluarga, tapi juga mampu membangun bangsa,”imbuhnya.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada Fatayat, Bambang melanjutkan, memberikan bantuan hibah sebesar Rp 25 juta. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kerja keras Fatayat yang senantiasa bersinergi dengan program-program pemerintah.

“Harapan bupati dan wakil bupati bagi kader Fatayat adalah harlah sebagai momentum meneguhkan komitmen. Jadi penggerak perempuan yang mandiri, religius dan inovatif. Bersama-sama mewujudkan Boyolali maju, berdaya saing,” urainya.

Hadir dalam puncak acara perwakilan pengurus PAC Fatayat NU dari 22 kecamatan se-Kabupaten Boyolali. Perwakilan suriyah dan tanfidziyah pengurus cabang (PC) NU Boyolali, banom NU yakni GP Ansor, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, dan Pagar Nusa.(futuhal hidayah/adb)

Comments