
BOYOLALI, Suaranahdkiyin.com – Ribuan Jamaah menghadiri pengajian rutinan Jum’at Pahing yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Karanggede Boyolali di Masjid Al Hidayah, Dukuh Pulutan, Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede Jumat, (6/11/2026).
Pada kesempatan itu, Ustadz Nur Salim menyampaikan mauidhah hasanah dengan pesan-pesan penting bagi seluruh jamaah yang hadir. Ia mengajak supaya menjaga Salat.
“Jamaah Jangan pernah menyepelekan salat.”ujarnya.
Ia mmengingatkan supaya melunasi hutang Salat dengan fidyah bagi yang memiliki kewajiban salat tertinggal. Bila sudah tidak memungkinkan untuk diganti (mengqodlo) , maka wajib membayarkan fidyah.
“Fidyah tersebut diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, yaitu kaum miskin yang membutuhkan bantuan.”ajaknya
Ustad Nur Salim menekankan tentang Ibadah itu penting dan mulia, namun ibadah harus disertai dengan ilmu yang benar. Tanpa ilmu, belum tentu melaksanakan ibadah sesuai tuntunan.
“Maka, tuntutlah ilmu agama, karena ilmu adalah cahaya yang menuntun setiap amal perbuatan kita.”jelas Nur Salim.
Ustadz Nur Salim juga menerangkan secara rinci tentang tata cara, syarat, dan hukum pelaksanaan salat jenazah, sehingga setiap jamaah.
” Kita harus memahami kewajiban kita terhadap sesama umat Islam yang telah mendahului kita.”katanya
Kepala Desa Kebonan Yasir yang turut hadir menyampaikan pesan yang menyentuh hati para jamaah. Ia mengajak untuk mencintai cintai bangsa Indonesia dan Nahdlatul Ulama sebagai rumah bersama.
“Cintailah sesama manusia, dan senantiasa jaga kerukunan di tengah masyarakat. Karena dengan kerukunan, keberkahan akan datang kepada kita,bukan hanya berkumpul di saat seperti sekarang ini,”ungkapnya.
Ketua PAC Muslimat NU Karanggede. Muntofiah mengapresiasi jamaah yang hadir dengan niat yang tulus dan keadaan yang sehat.
“Alhamdulillah, kSemoga langkah kebaikan kita senantiasa diridhoi oleh Allah SWT.”harapnya.
Ia mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh jamaah yang senantiasa mendukung dan hadir dalam setiap kegiatan pengajian kita. Menururnya, kehadiran jamaah menjadi semangat bagi penguris Muslimat untuk terus berjalan di jalan kebaikan.
“Tetaplah menjadi wanita yang takut kepada Allah, yang mendukung suami, mencerdaskan anak, dan menjadi cahaya bagi keluarga serta lingkungan sekitar kita. Mari kita jaga persaudaraan ini, karena ikatan persaudaraan sesama kita di jalan Allah adalah hal yang paling mulia,”ujar Muntofiah. (bani/adb)



































