
BOYOLALI, Suaranahdliyin.com – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Boyolali mengirimkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang di Kecamatan Wonosamodro, Rabu (16/9/2026). Bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Garda Fatayat (Garfa) NU Karanggede, penyaluran air bersih diarahkan di dua titik, yakni di Getaskrikil, Desa Garangan sebanyak 6 ribu liter dan di Sambiroto, Desa Bengkle sebanyak 8 ribu liter.
Ketua PC Fatayat NU Boyolali, Binti Mahmudah, mengutarakan kebanggaannya atas kerja sama di antara kader NU dalam guyub menbantu dari harta sampai tenaga kepada saudara yang sedang kekurangan air bersih.
“Kekuatan sesungguhnya bukan pada banyaknya harta, melainkan pada kepekaan merasakan kesulitan orang lain dan keberanian turun tangan membantu. Inilah inti ajaran agama kita, mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri,” tuturnya.
Dikatakan Mahmudah, air bersih yang disalurkan ini, bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa kepedulian adalah jembatan yang menyatukan hati.
“Mengapa kita bergerak, karena kita sadar, ‘sesama saudara’ itu bukan sekadar kata, ia adalah saudara yang sama-sama diciptakan Allah, yang haknya harus kita lindungi. Saat saudara kita haus, kewajiban kita hadir. Saat mereka berat, kewajiban kita meringankan. Kepedulian tidak menunggu sempurna, ia hanya butuh hati yang peka dan langkah yang berani melangkah,” tegasnya.
Ditambahkannya, setiap tetes air yang sampai ke rumah mereka, adalah pesan, bahwa mereka tidak sendirian.
“Di balik setiap jeriken yang terisi, ada doa tulus, ada harapan, ada keyakinan bahwa berbagi tak akan mengurangi rezeki, justru melipatgandakannya,” ujarya.
Dia beharap, semoga langkah sederhana ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa tak perlu menunggu kaya untuk peduli, tak perlu menunggu pangkat untuk berbuat.
“Cukup hadir, cukup peduli, dan cukup bergerak, karena itulah yang membuat hidup ini bermakna,” tutupnya. (bani,sis/adb)




































