Prosesi pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah SGN masa khidmat 2026–2031 di Art Center Universitas Diponegoro (Undip) Semarang

SEMARANG, Suaranahdliyin.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta organisasi Santri Gayeng Nusantara (SGN) memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayahnya. Dengan begitu manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat melantik Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah SGN masa khidmat 2026–2031 di Art Center Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (3/11/2026).

Ia membeberkan, sejumlah kegiatan pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi organisasi ini telah berjalan di beberapa daerah. Di Banyumas, misalnya, terdapat pengembangan usaha bebek petelur dan bawang merah.

Sementara di Banjarnegara, kegiatan menyasar pengolahan pakan ternak dan pertanian. Adapun di Pati, potensi peternakan menjadi salah satu bidang yang dikembangkan.

Menurutnya, berbagai inisiatif tersebut perlu diperluas agar tidak hanya tumbuh di daerah tertentu. Pelantikan pengurus baru diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi dan mendorong program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Embrio-embrionya ini perlu kita dorong kembali. Maka dengan pelantikan ini, kami berharap ini benar-benar merasuk ke dalam pergerakan kita,” kata Taj Yasin yang juga sebagai Panglima SGN ini.

Selain pemberdayaan ekonomi, lanjutnya, SGN juga mengembangkan pelatihan penyembelihan halal. Sejumlah anggotanya bahkan menjadi mentor di Kudus, Brebes, Kebumen, dan Banyumas.

Taj Yasin berharap, inisiatif tersebut dapat diperkuat melalui pembentukan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dia menilai, kolaborasi dengan pemerintah menjadi salah satu kunci agar program SGN semakin luas. Pemerintah memiliki fasilitas dan program yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

“Kalau SGN berjalan sendiri berat, tetapi pemerintah banyak fasilitas untuk mengarah kepada bidang-bidang tersebut,” katanya.

Ketua SGN Jawa Tengah, Helmi Tas’an Wartono mengatakan, kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan kapasitas anggota, pendampingan usaha, perluasan kemitraan, serta evaluasi program dan kaderisasi.

Helmi yang juga dikenal sebagai pengusaha dan Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah itu menilai, penguatan ekonomi anggota menjadi salah satu pijakan penting organisasi. SGN akan memetakan potensi usaha, produk, jasa, dan keterampilan anggota untuk dikembangkan melalui pelatihan, pendampingan, serta jejaring pemasaran.

“Organisasi yang kuat lahir dari anggota yang berdaya. Maka kita akan memetakan potensi usaha, produk, jasa, dan keterampilan anggota serta memperkuat kewirausahaan lewat pelatihan dan pendampingan,” ujarnya.

Helmi menegaskan, keberhasilan organisasi tidak semata diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari manfaat yang dirasakan anggota dan masyarakat. (rls/ ros, adb, gue)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here