Di Depan Pelajar NU Mayong
Redaktur Suaranahdliyin.com Muhammad Farid Sampaikan Tips Menulis Opini di Media

0
312

M Farid foto bersama dengan pelajar NU Mayong usai pelatihanJEPARA, Suaranahdliyin.com – Ada beberapa tips menulis opini di media massa. Salah satunya yakni menggali kearifan lokal untuk menjawab fenomena global yang sedang hangat diperbincangkan.

Hal ini disampaikan oleh redaktur pelaksana Suaranahdliyin.com, Muhammad Farid, dalam pelatihan menulis opini yang diadakan oleh Lembaga Pers dan Penerbitan (LPP) PAC IPNU IPPNU Mayong, di SMK Manbaul Ulum, Buaran, Mayong, Jepara, Ahad (20/03/2022).

Farid menjelaskan opini dapat ditulis dari berbagai sumber, seperti hasil diskusi atau refleksi mengenai suatu fenomena. Penting juga menyiapkan data dukung atau referensi baik yang berasal dari buku maupun kajian ilmiah.

“Hasil dari pembacaan, refleksi ataupun diskusi itu kemudian ditulis dan dipadatkan sehingga bisa dibaca sekali duduk,” kata kontributor NU Online ini.

Untuk mengawali paragraf opini, kata Farid, penulis bisa menggunakan quotes, pengalaman unik ataupun data hasil penelitian. Ketiganya lazim disampaikan untuk menggugah minat pembaca untuk menemukan gagasan yang kita tawarkan terhadap sebuah fenomena.

“Dari quotes kemudian bisa kita urai fenomena terkait, lalu kita sandingkan data dukung atau teori yang dikemukakan pakar,” jelasnya.

Selain itu, Farid melanjutkan, opini media memiliki karakteristik tersendiri. Yaitu ringkas, kritis, analitis, dan mudah dipahami pembaca. Maksudnya, opini media hendaknya mengupas sebuah fenomena atau masalah yang menjadi kepentingan publik secara ringkas.

“Untuk melatihnya, kita bisa membuat kerangka pikir dari tulisan yang hendak dibuat. Hindari penjelasan yang berbelit,” bebernya.

Lebih lanjut, ketika ingin menulis opini media, penting juga memperhatikan karakteristik media yang akan dituju. Hal ini juga berlaku pada sasaran pembaca, apakah lokal, nasional atau internasional.

“Bisa menggunakan prinsip local to global atau sebaliknya, yang terpenting adalah mencoba dan terus mencoba,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Lidia Tri Rahayu mengaku senang untuk belajar bercakap melalui media, terutama opini.

“Senang tentunya, saya bisa olah pikir melalui opini yang nanti tak kirim ke media,” ungkapnya. (alfia/rls, adb)

Comments