Perkuat Nasionalisme Jemaah Umrah Semarang Ziarahi Makam Ulama di Makkah

0
41
Jemaah umroh Semarang menziarahi makam Mbah KH. Muslih di Ma’la Makkah

MAKKAH, Suaranahdliyin.com – Rombongan jemaah umrah asal Semarang melakukan ziarah ke makam ulama Indonesia di kompleks makam Ma’la, Makkah, Selasa (8/8/2026). Makam yang diziarahi ini ulama yang memiliki rekam jejak nasionalis yang kuat, yakni; KH Muslih bin Abdurahman (Mbah Muslih Mranggen), KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) dan Syeh Nawawi al-Bantani (Mbah Nawawi).

Ketua Kelompok Umrah sebuah biro di Semarang Ust. Ahmad Rifqi Hidayat AH menuturkan, pada masanya Mbah Muslih merupakan pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Laskar Hizbullah.

“Mbah Muslih bukan hanya ulama tarekat yang terkenal dan membesarkan pesantren Futuhiyyah Mranggen, tapi juga pejuang kemerdekaan,” kata Rifqi seusai ziarah, Selasa (18/8/2026).

Rifqi yang pernah menjadi Ketua Keluarga Santri Semarang (Kesis) Mranggen melanjutkan, Syekh Muslih dikenal sebagai anggota laskar Hizbullah yang berlatih kemiliteran bersama Syeikh KH Abdulloh Abbas Buntet Cirebon dan memegang komando pasukan Sabilillah yang beranggotakan para kiai/ulama di wilayah Demak selatan atau front Semarang wilayah Tenggara.

“Setelah Mbah Mad (KH. Ahmad Muthohar) wafat, pihak keluarga menemukan bukti bahwa Mbah Mad sebagai sekretaris, dan komandannya itu Mbah Muslih,” ujarnya

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang ini menegaskan, pada umumnya ulama Indonesia merupakan pejuang agama dan pejuang kemerdekaan.

“Sejarah sudah membuktikan, saat ini semakin banyak ulama yang diajukan agar mendapatkan predikat pahlawan Nasional,” tandasnya.

Tour Leader (TL) Ust. Muhammad Zainuddin AH menambahkan, konsistensi Mbah Moen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah diakui semua kalangan tokoh nasional.

Meski demikian, ia menyatakan ziarah tersebut bukan bagian dari agenda, namun kesepakatan bersama jemaah untuk memanfaatkan waktu istirahat setelah umrah.

“Ziarah pada 18 Agustus 2026 ini merupakan inisiatif dari semua jemaah, karena memang ingin mendapatkan berkah para ulama nasionalis,” jelasnya.

Dengan ziarah ini, lanjutnya, para jemaah umrah semakin mantap bahwa ulama Indonesia memiliki nasionalisme yang kuat.

“Jadi ulama Indonesia itu insyaallah tidak hanya fokus mengajar dan mendidik ilmu agama, lebih dari itu juga menanamkan nasionalisme kepada bangsa Indonesia,” pungkasnya. (yat/adb)

Comments