Ratu Kalinyamat, Sang Penggerak Moderasi Nasionalisme di Nusantara (Bagian – 2)
Perjalanan Intelektual Ratu Kalinyamat

0
910

Oleh: H Hisyam Zamroni

Ratu Kalinyamat adalah fenomena perempuan Nusantara. Proses penempaan spiritualitas, pola pikir dan gerakannya, langsung digladi oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota Walisongo yang memiliki pengetahuan sosial budaya, politik, lobi manajemen dan strategi pemerintahan yang cerdas dan mumpuni.

Sang ratu -disamping santri juga cucu Sunan Kalijaga dari istri Sultan Trenggono putra dari  Raden Fatah Pendiri Kerajaan Demak Bintoro- merupakan santri yang cerdas, dan memiliki kemampuan “olah kanuragan” yang mumpuni dan pilih tanding.

Dikatakan, Ratu Kalinyamat tidak mempunyai rasa “minder” saat mondok di Pesantren Kadilangu, Demak walaupun semua teman temannya mayoritas bahkan di bilang semuanya adalah laki – laki. Antara lain Maskarebet (Jaka Tingkir), Raden Said (Sunan Muria), R Amir Hasan (Sunan Nyamplungan, Karimunjawa) dan lainnya, yang kelak teman-teman mondoknya itu sangat membantu perjuangannya saat menjadi penguasa Jepara.

Di samping ngaji mondok di Pesantren Kadilangu, Ratu Kalinyamat juga belajar “ilmu hal”, dengan melihat kakeknya, Raden Fatah, langsung memimpin roda pemerintahan, sosial, budaya dan politik Kerajaan Demak Bintoro, plus belajar secara langsung kepada ayahandanya, Sultan Trenggono.

Silsilah Ratu Kalinyamat Jepara

Perjalanan intelektual Ratu Kalinyamat tersebut, memberikan pemahaman, bahwa dia ditempa dengan pengetahuan yang sangat beragam, mulai dari bidang agama (spiritualitas), sosial, budaya, politik-pemerintahan, dan strategi lobi.

Tak hanya itu, pergaulannya yang sangat luas baik secara internal, kewilayahan maupun hubungan lintas sektoral, sampai pada lintas bangsa (negara), menjadi modal yang sangat baik saat dirinya menjadi ratu, memimpin Kerajaan Jepara. (*)

H Hisyam Zamroni,

Penulis adalah wakil ketua PCNU Kabupaten Jepara.

Comments