
KUDUS, Suaranahdluyin.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) NU Peduli Kemanusiaan dan Penguatan kapasitas Relawan NU Jawa Tengah di Gedung Balai Diklat Sonyawarih Menawan Gebog Kabupaten Kudus, Jum’at – Sabtu (1-2/5/2026). Rakor diikuti Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se- karesidenan Pati..
“Rakor melibatkan unsur PCNU, LPBI NU, LAZISNU, LP Ma’arif, LKNU dan Banom, LPBINU, LAZISNU LP. Ma’arif dari 5 kabupaten yakni Pati, Kudus, Rembang, Kabupaten Jepara, Grobogan dan Blora,”jelas wakil ketua PWNU jateng KH. Mandzur Labib dalam laporan panitia.
KH. Mandzur Labib mengatakan lima kabupaten itu merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, seperti banjir, rob, tanah bergerak, angin puting beliung, serta potensi bencana sosial lainnya.
“NU Peduli sebagai gerakan kemanusiaan Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab untuk memastikan respon kebencanaan berjalan cepat, terkoordinasi dan akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan,”ujarnya.
Ia menjelaskan Rakor bertujuan melakukan pemetaan potensi dan risiko bencana di Zona Pati Raya..
“Harapannya, adanya peta bencana basis digitalisasi hasil dari pemetaan,”ujarnya.
Tujuan lainnya, lanjut dia, mengimplementasi SOP (Standard Operating Procedure) NU Peduli dalam penanganan bencana dan mensinkronkan program tanggap bencana antar PCNU, LPBI, LP Ma’arif, LAZISNU.
“Menyepakati sistem pelaporan kegiatan dan pelaporan keuangan yang terstandar,”tambahnya.
Dalam kegiatan ini disampaikan berbagai materi kebencanaan. Antara lain, Manajemen bencana dan regulasi Kebencanaan, Kajian risiko bencana, Peta bencana digital dan SOP NU Peduli peran Lembaga NU dalam kebencanaan
Rakor dihadiri ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Gaffar Rozin, Bupati Kudus Sam\u0027ani Intakoris, ketua LAZISNU Jawa Tengah H. Mahsun, pengurus LPBINU dan LP Ma’arif Jawa Tengah serta tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/ros)









































