Nuzulul Quran, Momentum Mengingatkan Pentingnya Literasi

0
426
Dr Abdulloh Hamid, pengurus RMI PBNU

KUDUS, Suaranahdliyin.com – 17 Ramadan, merupakan salah satu momentum terbaik di bulan suci ini, yang salah satunya adalah mengingatkan akan pentingnya literasi. Tidak sekadar mengingatkan akan turunnya wahyu pertama kali.

Demikian disampaikan pengurus Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) PBNU, Dr Abdulloh Hamid MPd, Kamis (29/4/2021). “Nuzulul Quran ini momentum yang sangat mulia. Hari di mana wahyu pertama kali di turunkan,” katanya.

Wahyu pertama kali yang disampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, adalah Iqra. “Iqra ini adalah fi’il amar, yang berarti perintah bacalah. Ini secara tegas menunjukkan, betapa pentingnya tradisi literasi,” ujarnya.

Iqra bismi robbik, perintah pertama itu tidak menyebutkan obyek bacaan tetapi menyebut motivasi dan tujuan membaca, yakni bismi rabbika yakni “dengan atau demi karena Tuhanmu”. Sehingga membaca di sini tidak terbatas membaca buku atau kitab saja, juga membaca lingkungan, membaca alam, dan seterusnya.

Perintah membaca diberikan kepada Nabi Muhammad SAW seorang yang tidak bisa menulis dan membaca (ummiy), ini menunjukkan betapa pentingnya membaca bagi umat Islam.

Dan Nuzulul Quran, adalah momentum mengingatkan pentingnya literasi, sebab ayat pertama kali yang diturunkan itulah, maka Dr Abdulloh Hamid yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini berpendapat, bahwa umat Islam mestinya memiliki tradisi literasi yang tinggi, baik itu menulis maupun membaca.

“Menulis dan membaca adalah ruh dari literasi, menulis dan membaca diibaratkan seperti manusia bernapas, membaca bagai menghirup oksigen (O2) dan menulis bagai mengeluarkan oksigen (CO2),” ungkapnya.

Manusia, lanjutnya, tidak akan bisa hidup tanpa bernapas. Untuk itu, dua hal ini sangat penting bagi kehidupan dan peradaban manusia di muka bumi ini. “Dua tradisi itulah yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban di dunia,” paparnya.

Maka ia pun berpesan kepada generasi muda, agar momentum nuzulul Quran dijadikan untuk makin semangat dalam menulis dan membaca sebagai kebiasaan yang dijalankan sehari-hari.

“Luangkan waktu untuk membaca dan menulis setiap hari. Isi hari-hari dengan informasi yang bermanfaat dan juga ilmu pengetahuan yang berguna bagi masa depan dan kehidupan,” kata pengurus PP IKSAB TBS Kudus itu. (ros/ rid, adb)

Comments