Nobar “Jalan Kebangkitan” di Mako Banser

0
152
Denny Septiviant menyampaikan pandangannya usai nobar

GROBOGAN, Suaranahdliyin.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Denny Septiviant mengingatkan warga Nahdliyyin bahwa jalan politik nahdliyyin adalah politik kebangsaan berlandaskan pada ajaran Ahlusunnah wal Jamaah an Nahdliyyah (Aswaja).

Hal itu disampaikan Denny usai nonton bareng (nobar) film “Jalan Kebangkitan” di Mako Banser Grobogan, Kabupaten Grobogan, pada pekan pertama November lalu.

Pada kesempatan itu dia menunjukkan pentingnya peran para kiai dan ulama dalam meletakkan fundamen ideologi Aswaja untuk PKB lewat film yang disutradarai Yahdi Jamhur.

Film tersebut berkisah tentang tiga santri yang masih muda, yang mendapatkan tugas akhir dari kiai-nya di Mahad Aly untuk menelusuri sejarah NU dan PKB. Dan menjawab pertanyaan apakah PKB sudah sesuai dengan ajaran Islam berhaluan Aswaja.

Dalam menjalankan amanah itu, ketiganya melakukan perjalanan spiritual ke beberapa pondok pesantren, sowan kepada para kiai, dan ziarah ke makam para wali serta kiai di seputar Jawa Tengah untuk menelisik sejarah. Sekaligus berharap mendapat wasilah agar tugas akhir dapat terselesaikan dengan baik.

“Kami berharap film ini untuk diputar di setiap acara pengkaderan dan pengajian NU dan Banom,” ujarnya.

Wachid Santanu, salah satu penonton, mengapresiasi film tersebut. “Film ini meningkatkan ukhuwah kita, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah. Maka film ini harus disebarluaskan dan ditonton para santri generasi milenial, supaya tidak gamang menghadapi ancaman ideologi bangsa di tengah gerusan ideologi global kiri dan kanan ekstrem saat ini,” katanya diamini Suprihanto, penonton asal Kecamatan Kradenan. (rls/ mail, ros, adb)

Comments