Delapan Santri MA NU TBS Kudus Studi Lanjut ke Universitas Al-Azhar
Minta Doa Restu Guru dan Kiai Sebelum Berangkat ke Mesir

0
391
Perwakilan santri menyampaikan sambutan dan permintaan doa restu kepada guru dan kiai

KUDUS, Suaranahdliyin.com – Sebanyak delapan santri lulusan MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, akan menerusikan studi lanjut di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sebelum keberangkatan, para santri itu mengikuti upacara penglepasan di madrasah, Kamis (6/1/2022).

Mereka yang akan melakukan studi lanjut di Universitas Al-Azhar itu adalah M Syukron Salim (Tenggeles, Mejobo, Kudus), Nafis Athaillah (Sriwulan, Sayung, Demak), M Juhan Raihan (Mranggen, Demak), Adhika Fijri Syajidan (Kedungjati, Grobogan), M Mufty Farid (Pasir, Mijen, Demak), M Ribhki Azka (Ngagel, Dukuhseti, Pati), Anang Miftahul Huda Al Fajri (Genuksari, Genuk, Semarang) dan A Wildan Badarulcham (Randusari, Gunungpati, Semarang).

Upacara penglepasan santri itu, dihadiri para kiai dan dewan guru MA NU TBS Kudus, antara lain K Syafi’i (kepala madrasah), KH Ahmad Arwan, KH Himam Awaly, KH Ulinnuha, K Syuaib Amin, KH Subhan, K Azhar Lathief, KH Nafi’an MD, K Noor Yasin, Kiai Shomadi, KH Abdul Halim, H Abdul Wahab, H Yazid Hazmi, Kiai Musta’in Sahal, Kiai Abdurrohman, Kiai Abdul Ghofur, Kiai Sujadi, dan Kiai Mudhofar.

Kiai Syafi’i, dalam sambutannya, menyampaikan, bahwa upacara penglepasan ini tanpa direncana sebelumnya. Sebab, para santri itu berkomunikasi malam sebelum pada paginya penglepasan sederhana digelar, dengan mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak.

Para santri yang akan studi ke Mesir bersalaman dengan kiai dan guru

“Tadi malam saya dihubungi anak-anak santri yang berencana sowan ke madrasah untuk minta doa restu. Akhirnya, sekalian kita buatkan selenggarakan upacara penglepasan sederhana dengan disaksikan peserta didik kelas XII, untuk memotivasi agar mereka juga tergerak untuk studi lanjut setelah lulus nanti, baik di dalam maupun di luar negeri,” terangnya.

Dia berharap, agar santri yang akan segera berangkat ke Mesir itu, bisa belajar dengan baik, dan mendapatkan ilmu yang barakah serta manfaat baik bagi agama, bangsa dan Negara. “Pesan saya, tetaplah menjadi pribadi yang santun dan hormat pada orang tua, guru dan kiai,” tuturnya. (mail, ros/ rid, adb)

 

 

Comments