Mengenang Kiai Bangsa, Gus Ghofur : Kadang Saya Merasa Abah Direbut Orang Banyak

0
1296
Gus Ghofur Maimoen

REMBANG, Suaranahdliyin.com – Putra KH. Maimoen Zubair, yakni Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen menghadiri acara “Mengenang Kiai Bangsa” peringatan 40 hari wafatnya KH. Maimoen Zubair. Gus Ghofur juga menyampaikan hormatnya kepada seluruh penyair dari berbagai penjuru Indonesia yang turut hadir pada acara malam itu.

Ia juga menceritakan sekelumit kisah tentang KH. Maimoen Zubair sebagai ulama yang masyhur dengan segudang pengalaman dan kawan. Bukan suatu keheranan, kata Gus Ghofur, sebab KH. Maimoen itu pernah jadi ketua pasar, ketua pelelangan ikan, jadi tentara juga pernah. Ngurusi PKI juga pernah. Dulu PKI banyak yang disembunyikan Mbah Maimoen karena diburu oleh pemerintah dan di bunuh.

“Jadi kalau disebut banyak temannya ya memang banyak sekali dan dari berbagai kalangan,” kata Gus Ghofur mengisahkan.

Kemudian Gus Ghofur mengatakan hidupnya KH. Maimoen Zubair habis untuk ngaji saja. Menurutnya hal yang paling disukai Abahnya itu adalah mengaji. Mbah Maimoen memiliki dedikasi yang luar biasa dalam mendidik santri-santrinya. Begitu juga sama keluarga, Mbah Maimoen tidak hanya orang tua bagi anak-anaknya tetapi juga adik-adiknya.

“Kadang-kadang saya merasa orang tua saya itu direbut orang banyak, tapi kemudian hari ini saya baru tahu ternyata ayah saya memang benar-benar miliknya orang banyak,” tutur Gus Ghofur.

Semoga keluarga bisa meneruskan perjuangan yang luar biasa beliau. Mbah Moen merupakan pribadi tidak pernah marah, sehingga semangat hidup bisa hidup kembali setelah melihat wajah beliau. Makanya tidak heran jika didatangi banyak orang karena mengharap bimbingan dari beliau sehingga menemukan gairah hidupnya lagi.

“Spritualnya itu yang sulit ditiru, bagaimana harus bersikap agar diterima di negeri ini. Cintanya kepada negeri ini dengan berbagai elemen dan berbagai macam coraknya. Mbah Maimoen menerima semua itu dengan baik dan dengan caranya sendiri,” kenang Gus Ghofur mengenai Abahnya itu.

Sementara itu, Mustasyar PBNU KH. A. Musthofa Bisri (Gus Mus) berpesan kepada segenap jamaah agar tidak hanya menangisi kepergian Mbah Moen. Tetapi juga sebisa mungkin berusaha untuk meneladani apa yang telah diajarkannya.

“Sedapatnya mari kita mencoba mencuplik suri tauladan. Kiai Maimoen itu saudaranya tidak hanya sesame mukmin saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan. Karena Mbah Moen sadar semua adalah ciptaan Allah SWT sehingga harus dikasihi,” tutur Gus Mus. (rid/adb)

Comments