Mbah Dalhar Watucongol Ajarkan Bagaimana Menyintai Bangsa dan Tegas Bersikap

0
339
Di kompleks makam ailiya di Gunung Pring, Magelang

MAGELANG, Suaranahdliyin.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menziarahi makam KH Dalhar Watucongol di Gunung Pring, Magelang, Selasa (15/8/2023) lalu. Dia berziarah sambil mengenang perjuangan salah satu ulama berpengaruh itu dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Dia tiba di makam Mbah Dalhar Watucongol sekira pukul 13.00 WIB. Usai salat Zuhur, dirinya berziarah didampingi keturunan Mbah Dalhar.

Cukup lama ia bersimpuh dan berdoa di depan pusara makam guru dari Kiai Ma’shoem Lasem, Kiai Mahrus Aly Lirboyo, Abuya Dimyati Banten, Kiai Marzuki Giriloyo, Gus Miek dan banyak lagi ulama besar tanah air.

“Iya, ini di Magelang sekalian ziarah. Saya sudah sering ke sini, waktu haul juga datang. Kebetulan ini didampingi cicit beliau dan dengan keturunannya saya sering komunikasi,” katanya.

Menurutnya, Mbah Dalhar Watucongol adalah sosok ulama yang sangat dihormati. Ketokohannya terkenal di seantero Negeri. “Mbah Dalhar merupakan ulama pejuang kemerdekaan, yang bergerilya di tahun 1800-an akhir hingga awal 1900-an,” katanya.

Ayah Mbah Dalhar, KH Abdurrouf bin Hasan Tuqo, adalah salah satu tokoh yang membantu perjuangan Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa. “Terbukti, yang ziarah dari berbagai daerah, tadi ketemu yang dari Lampung, Banten, Jatim dan lainnya,” ungkapnya.

Dalam pandangannya, selain mengajarkan bagaimana menyintai bangsa dan Negara, Mbah Dalhar Watucongol juga dikenal sangat tegas dalam bersikap serta tidak pernah abu-abu. “Kita belajar dari beliau mencintai bangsa dan Negara, tegas dalam bersikap, tidak pernah ragu, dan konsisten mengajarkan ilmu agama untuk masyarakat demi kebaikan,” paparnya.

Sementara itu, selain menziarahi makam Mbah Dalhar Watucongol, Ganjar juga sowan ke sejumlah ulama di Magelang. Di antaranya sowan kepada KH Machin Chudlori (Gus Machin) di Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang dan KH Agus Aly Qayshar, pengasuh Ponpes Darussalam Watucongol. (rls/ ros, adb)

Comments